Kampung Adat Ammatoa Kajang di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, merupakan salah satu destinasi wisata budaya yang memiliki potensi besar namun belum dikelola secara optimal dalam bentuk paket wisata yang terstruktur dan marketable. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi pengembangan paket wisata budaya yang bernilai jual tinggi (marketable cultural tour package) di Kampung Adat Ammatoa Kajang berdasarkan persepsi dan minat wisatawan, serta merumuskan konsep paket wisata yang berorientasi pasar sekaligus berbasis komunitas dan berkelanjutan. Metode survei deskriptif kuantitatif digunakan dengan kuesioner Google Form yang disebarkan kepada 94 informan, dengan 86 responden yang mengenal destinasi dan 43 responden yang telah berkunjung memberikan penilaian mendalam. Hasil menunjukkan seluruh indikator daya tarik wisata budaya mendapat respons sangat positif: keunikan budaya (100%), potensi edukasi (100%), kelayakan wisata keluarga (97,6%), dan kelayakan promosi internasional (100%). Aktivitas paling diminati adalah pengamatan Tenun Kajang (79,1%), trekking hutan adat (62,8%), dan diskusi hukum adat Pasang ri Kajang (48,8%). Durasi ideal adalah 1 hari penuh (53,5%) dengan budget Rp100.000–Rp300.000 (55,8%). Media sosial (Instagram dan TikTok) menjadi sumber informasi utama (76,7%). Penelitian ini menyimpulkan bahwa Kampung Adat Ammatoa Kajang sangat layak dikembangkan menjadi paket wisata budaya edukasi yang marketable, berkelanjutan, dan berdampak positif secara ekonomi, sosial, dan lingkungan.
Copyrights © 2026