Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi preferensi wisatawan terhadap pengembangan paket wisata budaya yang layak jual di Lemo dan Sangalla, Tana Toraja. Dengan menerapkan pendekatan deskriptif kuantitatif, data dikumpulkan melalui kuesioner daring yang disebarkan kepada 50 responden selama periode Februari–Mei 2026 menggunakan teknik purposive sampling. Temuan utama memperlihatkan bahwa 78% responden menetapkan situs pemakaman tebing batu beserta patung Tau-tau di Lemo sebagai daya tarik budaya paling distingtif. Aktivitas cultural walking tour bersama pemandu lokal menjadi pilihan dominan (46%), diikuti penyaksian pemahatan Tau-tau oleh pengrajin setempat (34%). Wisatawan mancanegara berminat khusus budaya dan antropologi diidentifikasi sebagai target pasar utama (50%). Durasi perjalanan paling disukai adalah 3 hari/2 malam (46%) dengan kisaran harga paket Rp1.500.000–Rp2.500.000 (58%). Fasilitas yang paling diharapkan adalah pemandu wisata lokal bersertifikat dengan kompetensi interpretasi budaya mendalam (48%). Secara keseluruhan, hasil survei mengkonfirmasi keberadaan permintaan yang kuat terhadap paket wisata budaya berbasis pengalaman autentik di kawasan tersebut, dan merekomendasikan pengembangan paket yang mengintegrasikan layanan pemanduan profesional, akomodasi berbasis budaya lokal, serta pilihan kuliner inklusif sebagai strategi penguatan pariwisata berkelanjutan di Tana Toraja.
Copyrights © 2026