Taman Arkeologi Leang-Leang di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, merupakan salah satu situs prasejarah penting dunia yang menyimpan lukisan gua berusia lebih dari 45.000 tahun. Meskipun memiliki nilai warisan budaya yang tinggi, destinasi ini belum dikelola secara optimal sebagai wisata edukasi berkelanjutan yang mampu menarik wisatawan Gen-Z dan milenial. Penelitian ini bertujuan menganalisis persepsi wisatawan dan masyarakat terhadap potensi transformasi Taman Arkeologi Leang-Leang berbasis experience design sebagai destinasi edukasi berkelanjutan dalam konteks smart tourism. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner skala Likert 1–4 yang disebarkan secara daring kepada 51 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh dimensi penilaian berada pada kategori tinggi dengan rata-rata keseluruhan 3,66. Nilai tertinggi diperoleh pada dimensi keindahan alam kawasan karst (3,82) dan minat terhadap wisata berbasis pengalaman terpadu (3,78), sedangkan fasilitas wisata memperoleh nilai terendah (3,40). Sebanyak 88% responden pernah mengunjungi Leang-Leang, 90% merupakan pelajar/mahasiswa, dan 86% berusia 18–22 tahun. Mayoritas responden mendukung inovasi pengemasan wisata, peningkatan promosi digital, dan pengembangan paket wisata edukasi interaktif. Penelitian ini merekomendasikan penerapan teknologi AR/VR, storytelling prasejarah interaktif, pengembangan paket wisata terpadu, serta peningkatan keterlibatan masyarakat lokal untuk mendukung transformasi Leang-Leang sebagai destinasi edukasi berkelanjutan yang cerdas dan inklusif.
Copyrights © 2026