Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kendala operasional yang dihadapi KSP Karya Mandiri serta merumuskan strategi pengembangan yang dapat meningkatkan kualitas layanan, penguatan manajemen, dan kesiapan digitalisasi. Menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui wawancara semi-terstruktur dan observasi lapangan, penelitian menemukan bahwa KSP Karya Mandiri masih menghadapi berbagai hambatan, seperti pelayanan yang kurang optimal akibat pencatatan manual, keterbatasan SDM, rendahnya literasi digital pegawai, beban kerja tinggi, minimnya pelatihan, serta lemahnya sistem pendampingan. Koperasi juga mengalami tekanan kompetitif dari bank dan fintech, rendahnya promosi, serta proses pendaftaran yang dianggap rumit oleh calon anggota. Meski demikian, koperasi telah melakukan langkah perbaikan melalui rencana digitalisasi, peningkatan pelayanan, pelatihan dasar teknologi, kunjungan langsung kepada anggota, serta kerja sama dengan pemerintah daerah, lembaga keuangan, dan komunitas UMKM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modernisasi hanya dapat berjalan efektif jika didukung penguatan kompetensi SDM, edukasi anggota, transparansi informasi, dan penerapan teknologi secara bertahap. Secara keseluruhan, penguatan tata kelola, peningkatan literasi digital, dan perluasan partisipasi anggota menjadi strategi kunci bagi KSP Karya Mandiri agar mampu berkembang, meningkatkan kepercayaan anggota, dan bersaing di tengah perubahan layanan keuangan yang semakin digital.
Copyrights © 2025