Latar Belakang. Menurut laporan WHO tahun 2021 diperkirakan 10 juta orang terkena tuberkulosis (TB). Kegagalan pengobatan serta munculnya kasus Multiple Drug Resistance dan TB laten menjadi permasalahan utama. Hal ini disebabkan karena Mycobacterium TB (MTb) beradaptasi dengan baik dan bertahan dalam menghadapi respons kekebalan tubuh host dengan cara mengganggu kerja sitokin dalam mengatur respons imun. Daun legundi memiliki senyawa bioaktif yang menunjukkan efek anti-inflamasi, antibakteri, sifat sitotoksik, analgesik, antioksidan, dan antijamur. Penggunaan daun legundi yang tidak memiliki efek samping dapat digunakan sebagai pengganti obat anti-TB sintetik. Tujuan. Menganalisis ekstrak daun legundi sebagai pertimbangan terapi antiTB tanpa efek samping yang tertuju pada respons imun. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan desain cross sectional pada kultur sel MTb yang diperoleh dari dahak penderita TB paru yang dikelompokkan menjadi 8 kelompok perlakuan dengan pemberian kstrak daun legundi 10%, 20%, 25%, 50%, 75% dan 100%. Hasil. Didapatkan Kadar Hambat Minimum dan Kadar Bunuh Minimum yang paling baik ditemukan pada pemberian ekstrak daun legundi dengan konsentrasi 75% dan 100%. Kesimpulan. Daun legundi memiliki aktivitas sebagai antituberkulosis dengan cara menghambat kerja MTb secara in vitro.
Copyrights © 2024