Abstrak: Penelitian ini berfokus pada evaluasi efek ekstrak air daun Kirinyu (Chromolaena odorata) terhadap ekspresi Fibroblast Growth Factor-2 (FGF-2) selama fase 2 penyembuhan luka pada tikus (Mus musculus), menyoroti pentingnya senyawa alami dalam perawatan medis. Pendekatan eksperimental laboratorium menggunakan Desain Acak Lengkap diterapkan pada 28 tikus, yang dibagi menjadi empat kelompok, masing-masing menerima konsentrasi ekstrak air daun Kirinyu yang berbeda. Penilaian ekspresi FGF-2 dilakukan melalui analisis imunohistokimia. Penelitian ini menemukan bahwa ada efek ekstrak air daun kirinyu terhadap ekspresi FGF-2 pada akhir fase 2 penyembuhan luka pada tikus, sebagaimana dibuktikan oleh intensitas, persentase dan ekspresi FGF-2 yang signifikan. Dalam penelitian ini, konsentrasi 5% ekstrak air daun kirinyu (Chormolaena odorata) merupakan konsentrasi yang paling efektif dalam ekspresi FGF-2 pada akhir fase 2 penyembuhan luka pada tikus (Mus musculus). Peningkatan ekspresi FGF-2 menunjukkan potensi ekstrak air daun Kirinyu sebagai agen alami yang efektif untuk meningkatkan penyembuhan luka. Efek ini mungkin disebabkan oleh senyawa bioaktif yang ada dalam ekstrak, yang dapat meningkatkan aktivitas fibroblas dan proses penyembuhan lainnya. Ekstrak air daun Kirinyu menunjukkan potensi sebagai pilihan terapi alami untuk penyembuhan luka, menawarkan jalan yang menjanjikan untuk pengembangan pengobatan baru berdasarkan pengobatan tradisional.
Copyrights © 2024