Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi smart governance dalam pelayanan publik serta faktor pendukung dan penghambat dalam implementasi smart governance. Penelitian kualitatif deskriptif ialah jenis penelitian yang dipergunakan pada kegiatan penelitian ini yaitu dengan menggambarkan fenomena yang terjadi di Kalurahan Ngloro Kapanewon Saptosari Kabupaten Gunungkidul. Teknik penentuan informan dengan menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data dikumpulkan melalui observasi, wawancara serta dokumentasi. Teknik analisis data meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwasanya implementasi smart governance dalam pelayanan publik di Kalurahan Ngloro sudah mengimplementasi smart governance namun masih terdapat beberapa kendala yang perlu di atasi. Hal ini dapat dilihat dari indikator Edward III (1) Komunikasi, yang ada di Kalurahan Ngloro menggunakan komunikasi secara langsung dan komunikasi secara tidak langsung. Namun, dalam komunikasi masih belum efektif dilihat dari aparatur dalam mengoperasikan teknologi informasi. (2) Sumber daya, yang ada di Kalurahan Ngloro masih terbatas dan belum memenuhi, terutama pada sumber daya manusianya dan juga jaringan internet yang masih terbatas (3) Disposisi, sikap yang dimiliki aparatur pemerintah Kalurahan Ngloro baik hal ini dilihat dari komitmen aparatur dalam mendukung pelaksanaan implementasi masterplan smart city Kabupaten Gunungkidul khususnya implementasi smart governance dalam pelayanan publik di kalurahan ngloro. (4) Struktur Birokrasi, dalam menerapkan implementasi smart governance pelayanan publik di Kalurahan Ngloro sudah berpedoman pada Standar Oprasional Prosedure (SOP) dengan melakukan tugas sesuai dengan kewajiban dan tupoksi masing-masing.
Copyrights © 2025