Era disrupsi mempengaruhi proses perkembangan moral remaja masa kini sehingga diperlukan sinergitas antara orang tua, guru dan pelayan gereja. Kenyataan masih kurangnya peran sinergitas antara orang tua, guru dan pelayan gereja dalam perkembangan moral remaja dikarenakan orang tua mempercayakan penuh pendidikan anak ketika di sekolah atau di gereja. Kesibukan orang tua dalam bekerja menjadi salah satu penyebab kurangnya kontrol orang tua tentang pengalaman yang didapat anak di sekolah atau di gereja sementara proses pendidikan di sekolah dan di gereja dibatasi oleh waktu. Berdasarkan masalah tersebut maka tujuan penelitian ini adalah untuk melihat seperti apa sinergitas orang tua, guru dan pelayan gereja dalam proses perkembangan moral remaja di era disrupsi. Penelitian kualitatif dengan metode deskriptif dipilih dalam penelitian ini. Informan dalam penelitian ini adalah orang tua, guru Pendidikan Agama Kristen dan pelayan gereja atau pembina remaja. Pengumpulan data didapatkan melalui observasi lapangan, wawancara dengan para responden dan mengumpulkan dokumen-dokumen pendukung penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bentuk sinergitas antara orang tua, guru dan pelayan gereja telah terlaksanak melalui koordinasi dan komunikasi antara orang tua dan guru, pembentukkan paguyuban orang tua di sekolah, orang tua mendukung penuh keterlibatan remaja dalam kegiatan di gereja, dan pelayan gereja membekali para guru melalui kegitan seminar atau wokrshop tentang pendalaman pemahaman akan Firman Allah menghadapi proses perkembangan moral remaja di era disrupsi.
Copyrights © 2024