Pembelajaran bahasa Arab, khususnya keterampilan berbicara (mahārotul kalām), memegang peranan penting dalam menunjang komunikasi aktif santriwati di lingkungan pesantren. Ma’had Aly Mohammad Natsir Kampus 2 sebagai lembaga berbasis pesantren modern telah mengupayakan berbagai strategi untuk menunjang keterampilan tersebut. Namun dalam praktiknya, ditemukan sejumlah hambatan yang berdampak pada efektivitas pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran bahasa Arab, mengidentifikasi problematika yang dihadapi, serta merumuskan solusi yang diterapkan oleh pihak pengajar dan santriwati. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi partisipatif, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah pengajar, pengurus bagian bahasa, dan 11 santriwati semester dua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran telah dirancang secara sistematis dengan pendekatan langsung, diskusi, dan program mufrodat harian. Adapun kendala yang muncul mencakup perbedaan kemampuan dasar, kesulitan memahami nahwu dan sharaf, keterbatasan media, dan belum adanya penutur asli. Solusi yang diterapkan antara lain pendekatan komunikatif, pembiasaan harian, evaluasi rutin, serta inisiatif belajar mandiri. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan strategi pembelajaran bahasa Arab yang lebih adaptif dan aplikatif.
Copyrights © 2025