Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi living hadis kebersihan di SMK Ahmad Syafi’i Academy Pondok Pesantren Wahid Hasyim Yogyakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi lapangan. Subjek penelitian meliputi guru, siswa, dan pihak sekolah yang terlibat dalam praktik kebersihan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi living hadis kebersihan dilakukan secara integratif melalui tiga jalur utama: tradisi tulisan (kaligrafi dan mading hadis), tradisi lisan (pengajaran kitab dan nasihat guru), serta tradisi praktik (kegiatan ro’an dan pembiasaan kebersihan). Integrasi ini menjadikan hadis kebersihan tidak berhenti sebagai teks, tetapi hidup dalam budaya sekolah. Secara teoretis, penelitian ini memperluas cakupan kajian living hadis yang selama ini berfokus pada aspek ritual keagamaan, dengan menegaskan relevansinya dalam ranah sosial-pendidikan. Secara praktis, penelitian ini menawarkan model pembelajaran karakter berbasis hadis yang dapat direplikasi di lembaga pendidikan Islam lainnya. Keterbatasan penelitian terletak pada lingkup lokasi yang hanya mencakup satu sekolah, sehingga perlu kajian lanjutan di berbagai lembaga pendidikan dengan tema hadis yang lebih beragam.
Copyrights © 2025