Ketersediaan air menjadi faktor kunci dalam keberhasilan sistem irigasi, khususnya di wilayah kepulauan seperti Kabupaten Natuna yang memiliki keterbatasan sumber daya air permukaan dan pola debit musiman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keseimbangan antara ketersediaan air dan kebutuhan air irigasi, serta menentukan pola tanam dan luas areal optimal yang dapat dialiri secara berkelanjutan di Daerah Irigasi Batubi seluas 82,4 hektar. Metodologi yang digunakan mencakup estimasi debit andalan Sungai Curing menggunakan Metode NRECA dan perhitungan kebutuhan air irigasi berdasarkan faktor evapotranspirasi, curah hujan efektif, kebutuhan air untuk pengolahan lahan, serta efisiensi sistem irigasi sebesar 90%. Hasil analisis menunjukkan debit andalan bulanan berkisar antara 0,001 hingga 0,043 m³/dtk, sementara kebutuhan air maksimum mencapai 0,0015 m³/dtk. Simulasi keseimbangan air menunjukkan bahwa pola tanam Padi–Padi–Palawija merupakan pola optimal yang dapat diterapkan, dengan intensitas tanam 300%, meskipun terjadi defisit air pada bulan Februari I, Juli I, dan Oktober I. Untuk menjamin keberlanjutan suplai air irigasi, direkomendasikan pengaturan giliran tanam, konservasi air, serta pemanfaatan infrastruktur pendukung seperti embung dan sistem Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) pada periode kritis. Temuan dalam studi ini menegaskan pentingnya integrasi data klimatologi dan simulasi teknis dalam merancang sistem irigasi yang adaptif dan efisien di wilayah kepulauan.
Copyrights © 2026