Serangan hama seperti ini berkontribusi pada penurunan produksi kangkung (Ipomoea reptans Poir) di daerah Berau Belalang Kukus Hijau (Atractomorpha crenulate), Belalang Kumbara (Locusta migratoria), Ulat grayak (Plutella xylostella) dan Kepik kaki daun (Leptoglossus gonagra) yang menyebabkan daun layu dan berlubang. Studi semacam ini merupakan eksperimen yang dilakukan di lahan pertanian Jalam Tabalar Muara RT. 02, Kecamatan Tabalar, Kabupaten Berau memakai lima perlakuan dalam desain blok acak (RAK), termasuk T0 (kontrol), T1 (kombinasi ekstrak daun sukun dan daun kacapiring wangi 25%), T2 ((kombinasi ekstrak daun sukun dan daun kacapiring wangi 40%), T3 (kombinasi ekstrak daun sukun dan daun kacapiring wangi 55%), dan T4 (kombinasi ekstrak daun sukun dan daun kacapiring wangi 70%) dengan 5 pengulangan. Hasil analisis data Fhitung perlakuan secara berturut-turut sebesar (7,858) ˃ F blok dengan taraf penting 1%. Pengakajian data menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun sukun memiliki dampak yang signifikan. (Artocarpus altilis) dan kacapiring wangi (Gardenia jesminoides Ellis) tentang seberapa parah tanaman kangkung (Ipomoea reptans Poir) diserang oleh hama.
Copyrights © 2026