Bioprospeksi lokal berpotensi mendukung pendidikan biologi kontekstual dengan mengintegrasikan sumber daya biologis, pengetahuan lokal, dan bioteknologi tradisional ke dalam pembelajaran yang bermakna. Studi konseptual ini bertujuan untuk mengembangkan desain pembelajaran biologi berbasis bioprospeksi lokal dengan memanfaatkan sumber daya biologis Bengkulu–Sumatra. Tinjauan Pustaka Sistematis (SLR) dilakukan menggunakan publikasi yang terindeks Scopus dan SINTA dari tahun 2020 hingga 2025 yang berfokus pada etnobotani, etnosains, bioteknologi tradisional, dan pendidikan biologi berbasis kearifan lokal. Sintesis tersebut mengidentifikasi flora endemik, tanaman etnomedisinal, dan bioteknologi tradisional sebagai sumber belajar potensial yang menghubungkan konsep biologi dengan konservasi keanekaragaman hayati dan pemanfaatan sumber daya yang berkelanjutan. Berdasarkan temuan ini, studi ini mengusulkan model Etnosains–Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL) yang mengintegrasikan eksplorasi keanekaragaman hayati, rekonstruksi ilmiah, pemecahan masalah, dan refleksi etika. Model yang diusulkan memberikan landasan konseptual untuk mengembangkan kurikulum biologi, materi pengajaran, dan kegiatan laboratorium dalam program Pendidikan Biologi.
Copyrights © 2026