Hiperlipidemia berkontribusi terhadap penyakit kardiovaskular yang menjadi penyebab kematian tertinggi di dunia, dan pangan fungsional kaya antioksidan menjadi salah satu strategi preventif yang menjanjikan. Biji famili Cucurbitaceae (labu kuning, semangka, dan mentimun) dilaporkan mengandung fitosterol, fenolik, dan flavonoid, namun perbandingan aktivitas antioksidan ketiganya secara langsung dengan metode laboratorium yang sama masih terbatas. Tujuan: Penelitian ini membandingkan aktivitas peredaman radikal bebas DPPH dari ekstrak biji labu kuning, semangka, dan mentimun pada lima tingkat konsentrasi. Metode: Ekstrak direaksikan dengan larutan DPPH pada konsentrasi 50, 100, 150, 200, dan 250 ppm, kemudian absorbansi diukur pada panjang gelombang 517 nm menggunakan spektrofotometer UV-Vis; persentase penghambatan radikal dihitung terhadap blanko. Hasil: Ekstrak biji labu kuning menunjukkan peningkatan penghambatan yang paling konsisten terhadap peningkatan konsentrasi (11,26–49,29%; R² = 0,870), diikuti biji semangka (3,48–27,90%; R² = 0,942), sedangkan biji mentimun menunjukkan pola yang tidak konsisten dan tidak searah dosis (R² = 0,262). Di antara ketiga biji Cucurbitaceae yang diuji, ekstrak biji labu kuning menunjukkan aktivitas antioksidan tertinggi dan paling konsisten dengan metode DPPH.
Copyrights © 2026