Anissa Nur Aini
Program Studi S1 Gizi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah PKU Surakarta, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Perbandingan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Biji Labu Kuning (Cucurbita moschata), Semangka (Citrullus lanatus), dan Mentimun (Cucumis sativus) dengan Metode 2,2-Difenil-1-Pikrilhidrazil (DPPH) Nisya Ayu Racmawati; Dewi Pertiwi Dyah Kusudaryati; Anissa Nur Aini
Media Gizi Ilmiah Indonesia Vol 4 No 2 (2026): AUGUST 2026
Publisher : Kabar Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62358/mgii.v4i2.162

Abstract

Hiperlipidemia berkontribusi terhadap penyakit kardiovaskular yang menjadi penyebab kematian tertinggi di dunia, dan pangan fungsional kaya antioksidan menjadi salah satu strategi preventif yang menjanjikan. Biji famili Cucurbitaceae (labu kuning, semangka, dan mentimun) dilaporkan mengandung fitosterol, fenolik, dan flavonoid, namun perbandingan aktivitas antioksidan ketiganya secara langsung dengan metode laboratorium yang sama masih terbatas. Tujuan: Penelitian ini membandingkan aktivitas peredaman radikal bebas DPPH dari ekstrak biji labu kuning, semangka, dan mentimun pada lima tingkat konsentrasi. Metode: Ekstrak direaksikan dengan larutan DPPH pada konsentrasi 50, 100, 150, 200, dan 250 ppm, kemudian absorbansi diukur pada panjang gelombang 517 nm menggunakan spektrofotometer UV-Vis; persentase penghambatan radikal dihitung terhadap blanko. Hasil: Ekstrak biji labu kuning menunjukkan peningkatan penghambatan yang paling konsisten terhadap peningkatan konsentrasi (11,26–49,29%; R² = 0,870), diikuti biji semangka (3,48–27,90%; R² = 0,942), sedangkan biji mentimun menunjukkan pola yang tidak konsisten dan tidak searah dosis (R² = 0,262). Di antara ketiga biji Cucurbitaceae yang diuji, ekstrak biji labu kuning menunjukkan aktivitas antioksidan tertinggi dan paling konsisten dengan metode DPPH.