ABSTRAK Bengkel mesin merupakan sarana pendukung utama dalam proses pembelajaran di program studi diploma tiga Teknologi Mesin. Kondisi bengkel yang tidak rapi dan penggunaan bersamaan untuk beberapa mata kuliah praktek dan belum adanya kebijakan penggunaan dan perawatan bengkel yang tepat membuat bengkel mesin menjadi kurang nyaman, kurang efektif saat digunakan dan menimbulkan potensi kecelakaan kerja maupun penyakit akibat kerja pada penggunanya. Tujuan penelitian ini melakukan tata letak ulang bengkel dengan menjadi bengkel manufaktur dengan menggunakan metode Activity Relationship Chart (ARC) dengan mempertimbangkan adanya potensi-potensi bahaya yang ditimbulkan dalam kegiatan proses manufaktur dan fabrikasi saat praktik berlangsung. Hasil usulan tata letak yang sudah dihasilkan disempurnakan dengan penerapan 5R dengan harapan semakin meningkatkan efektifitas, kenyamanan dan keselamatan pengguna bengkel. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pendekatan kualitatif, obeservasi dan studi Pustaka. Hasil penelitian di dapatkan tata letak bengkel yang lebih luas, terarah dan terstuktur dengan mempertimbangan adanya jarak aman dan area aman untuk masing-masing proses kegiatan juga usulan metode kerja dengan menentukan arah posisi kerja, dan fasilitas pendukung yang mampu menekan near miss bahkan kecelakaan kerja. Tata telak yang diusulkan terbukti dapat lebih efektif dengan ditunjukkan melalui diagram alir proses yang berkelanjutan dan tidak rumit. Selain itu penerapan 5R diusulkan dalam penelitian ini dengan pelakukan aplikasi Ringkas, Rapi, Resik, Rawat dan Rajin secara terus menerus melakukan dan membudayakan. Penelitian ini merupakan awal dari perencanaan bengkel dan masih dapat dikembangkan bahkan dilanjutkan ABSTRACT The machine workshop is a primary supporting facility in the learning process of the three-year diploma program in mechanical engineering. The current condition of the workshop, which is untidy, used simultaneously for several practical courses, and lacks proper policies for utilization and maintenance, makes it less comfortable, less effective, and poses potential risks of occupational accidents and work-related illnesses for its users. The purpose of this study is to redesign the workshop layout into a manufacturing workshop using the activity relationship chart (arc) method, while considering potential hazards that may arise during manufacturing and fabrication practices. The proposed layout is further refined through the implementation of the 5r approach, with the expectation of improving effectiveness, comfort, and safety for workshop users. This research employs a quantitative method with a qualitative approach, observation, and literature study. The results show a workshop layout that is more spacious, organized, and structured, taking into account safe distances and designated safe areas for each activity, as well as proposed work methods that determine working positions and supporting facilities capable of reducing near misses and even occupational accidents. The proposed layout has proven to be more effective, as demonstrated through a continuous and uncomplicated process flow diagram. In addition, the application of the 5r principles—sort, set in order, shine, standardize, and sustain—is recommended to be continuously practiced and cultivated. This study serves as an initial stage in workshop planning and can be further developed and continued.
Copyrights © 2025