ABSTRAK Penelitian ini dilakukan pada UD. X yang bergerak di bidang produksi sandal anak. Permasalahan yang terjadi pada perusahaan terdapat pada proses perekatan alas sandal yang masih dilakukan secara manual sehingga menyebabkan waktu proses menjadi lebih lama dan output produksi belum mampu memenuhi permintaan pasar. Selain itu, proses kerja manual juga menimbulkan ketidaknyamanan kerja karena operator bekerja dengan posisi yang kurang ergonomis dan melakukan penekanan secara berulang menggunakan tenaga tangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi proses produksi, merancang mesin roll perekat alas sandal, serta mengetahui peningkatan output produksi setelah implementasi mesin. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah stopwatch time study untuk menghitung waktu siklus, waktu normal, waktu baku, dan kapasitas produksi. Analisis ergonomi dilakukan menggunakan metode Nordic Body Map (NBM) dan pendekatan antropometri sebagai dasar penentuan dimensi mesin dan kursi kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan mesin roll mampu meningkatkan kapasitas pada stasiun perekatan menjadi 1.890 pasang/hari. Namun, kapasitas sistem produksi secara keseluruhan sebesar 1.388 pasang/hari karena dibatasi oleh bottleneck pada stasiun pengeplongan. Selain itu, skor NBM menurun dari 64 (risiko sedang) menjadi 36 (risiko rendah). Dengan demikian penggunaan mesin tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga memperbaiki aspek ergonomi kerja. ABSTRACT This research was conducted at UD. X, which operates in the field of children's sandal production. The problem occurring in the company lies in the sandal sole bonding process, which is still done manually, causing the processing time to be longer and the production output to be unable to meet market demand. In addition, the manual work process also causes discomfort because operators work in less ergonomic positions and apply pressure repeatedly using hand strength. This research aims to analyze the production process conditions, design a sandal sole adhesive roll machine, and determine the increase in production output after the machine's implementation. The method used in this research is the stopwatch time study to calculate cycle time, normal time, standard time, and production capacity. Ergonomic analysis was conducted using the Nordic Body Map (NBM) method and an anthropometric approach as the basis for determining the dimensions of the machine and work chair. The results show that the use of the roll machine increases the bonding station capacity to 1,890 pairs/day. However, the overall system capacity is limited to 1,388 pairs/day due to a bottleneck at the cutting station. In addition, the NBM score decreased from 64 (moderate risk) to 36 (low risk), indicating an improvement in operators’ working conditions. Therefore, the implementation of the machine not only enhances productivity but also improves ergonomic working conditions.
Copyrights © 2026