ABSTRAK Perguruan tinggi vokasi dibawah naungan korporasi perusahaan memiliki area lokasi yang sama dan fasilitas proses produksi menjadi fasilitas pendukung proses pembelajaran. Hal ini menjadikan potensi bahaya dan risiko pada perusahaanpun sama diderita oleh perguruan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengintegrasikan analisa potensi risiko bahaya dengan menggunakan HIRARC dengan penerapan SMK3 pada perguruan tinggi vokasi dengan harapan menjadikan proses pembelajaran yang aman, nyaman dan sehat. Metode penelitian yang akan diterapkan adalah mixed-methods case study dengan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara dengan mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan, serta peninjauan dokumen pendukung yang relevan. Analisa HIRARC mendapatkan 26 risiko bahaya dengan1 risiko sangat tinggi, 2 risiko tinggi, 7 risiko sedang, 15 risiko rendah dan 1 risiko sangat rendah. Pengendalian risiko diharapkan dapat berfokus pada perbaikan fasilitas bengkel mesin seperti perancangan lokasi fabrikasi, pemberian bilik las, dan menetapkan fasilitas pendukung pencahayaan dan aliran udara yang sesuai sehingga risiko tinggi dapat diminimalisir. Risiko tertinggi tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan pada penerapan SMK3 dimana didapatkan penerapan SMK3 yang telah berjalan pada semua aspek masih dalam status terpenuhi sebagian. Sehingga diharapkan kebijakan, perencanaan program K3 hingga pelaksanaan K3 dapat lebih difokuskan kepada risiko yang tertinggi, risiko tinggi dan risiko sedang untuk mendapatkan lingkungan kerja yang aman, nyaman dan sehat. ABSTRACT Vocational higher education institutions under the auspices of corporations share the same location and utilize production facilities as support for the learning process. This means that the potential hazards and risks faced by the company are also faced by the institution. This study aims to integrate hazard risk analysis using the HIRARC framework with the implementation of SMK3 at vocational colleges, with the hope of creating a safe, comfortable, and healthy learning environment. The research method to be applied is a mixed-methods case study, with data collected through direct observation, interviews with students, faculty, and educational staff, as well as a review of relevant supporting documents. The HIRARC analysis identified 26 hazards, including 1 very high-risk hazard, 2 high-risk hazards, 7 moderate-risk hazards, 15 low-risk hazards, and 1 very low-risk hazard. Risk control measures are expected to focus on improving machine shop facilities, such as redesigning fabrication areas, providing welding booths, and establishing appropriate lighting and ventilation systems to minimize high-risk hazards. These highest-risk hazards should be taken into consideration in the implementation of SMK3, as the current implementation of SMK3 across all aspects is still only partially compliant. Therefore, it is hoped that policies, OSH program planning, and OSH implementation can be more focused on the highest-risk, high-risk, and moderate-risk hazards to achieve a safe, comfortable, and healthy work environment.
Copyrights © 2026