Perkembangan teknologi digital telah meningkatkan kecenderungan gaya hidup sedentari di kalangan remaja, termasuk siswa sekolah menengah pertama. Aktivitas fisik yang rendah berdampak pada penurunan kemampuan motorik yang berperan penting dalam kebugaran jasmani dan pertumbuhan anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara sedentary lifestyle dengan kemampuan motorik siswa SMP Negeri 3 Kabupaten Gowa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional. Sebanyak 80 siswa berusia 12–15 tahun dipilih melalui purposive sampling. Instrumen penelitian terdiri atas Adolescent Sedentary Activity Questionnaire (ASAQ) untuk mengukur tingkat aktivitas sedentari dan Test of Gross Motor Development-2 (TGMD-2) untuk menilai kemampuan motorik. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat sedentary lifestyle siswa berada pada kategori sedang–tinggi (rata-rata 62,35 ± 8,21), sedangkan kemampuan motorik berada pada kategori sedang (rata-rata 67,15 ± 7,84). Uji korelasi Pearson menghasilkan r = –0,512 (p < 0,001), yang menunjukkan hubungan negatif signifikan antara kedua variabel. Semakin tinggi gaya hidup sedentari, semakin rendah kemampuan motorik siswa. Hasil penelitian ini merekomendasikan penerapan program sekolah aktif melalui kolaborasi guru PJOK, sekolah, dan orang tua untuk menurunkan perilaku sedentari siswa.
Copyrights © 2026