Gontor Agrotech Science Journal
Vol. 12 No. 01 (2026): Juni 2026

Efektivitas Pemanfaatan Burung Hantu (Tyto alba) Sebagai Predator Alami Hama Tikus Sawah (Rattus argentiventer) Dalam Mendukung Ketahanan Pangan: Effectiveness of Using Owls (Tyto alba) as Natural Predators of Field Rats (Rattus argentiventer) in Supporting Food Security

Nazwa Auralia Adinda Trisyanto (Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Jl. DR. Soeparno No.63, Karang Bawang, Grendeng, Kec. Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah 53122)
Muhammad Rafif Zahid (Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Jl. DR. Soeparno No.63, Karang Bawang, Grendeng, Kec. Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah 53122)
Afiq Azzaki (Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Jl. DR. Soeparno No.63, Karang Bawang, Grendeng, Kec. Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah 53122)
Aldita Arliq Mufada (Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Jl. DR. Soeparno No.63, Karang Bawang, Grendeng, Kec. Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah 53122)
Loekas Soesanto (Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Jl. DR. Soeparno No.63, Karang Bawang, Grendeng, Kec. Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah 53122)



Article Info

Publish Date
11 Jul 2026

Abstract

Upaya peningkatan produksi padi sering kali terhambat oleh serangan hama tikus sawah (Rattus argentiventer) yang menyebabkan kerusakan signifikan di setiap musim tanam. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pemanfaatan burung hantu (Tyto alba) melalui penyediaan Rumah Burung Hantu (Rubuha) dalam menekan populasi tikus sawah secara berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah studi literatur (literature review) dengan menganalisis data sekunder dari jurnal ilmiah, buku, dan laporan penelitian terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa Tyto alba merupakan predator spesialis dengan proporsi tikus dalam dietnya mencapai di atas 90%, di mana satu individu mampu memangsa 1.000 hingga 1.300 ekor tikus per tahun. Implementasi Rubuha yang terstandardisasi mampu menurunkan tingkat kerusakan tanaman dari kategori destruktif (di atas 12%) menjadi tingkat yang dapat ditoleransi (di bawah 2%). Selain itu, metode ini memberikan nilai tambah ekonomi berupa peningkatan hasil panen rata-rata sebesar 1,1 ton per hektar.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

gasj

Publisher

Subject

Description

Gontor AGROTECH Science Journal is a peer review journal with covers many topics such as integrated farming, soil science, agronomy, plant cultivation, agrotechnology, plant protection, Islamic view in agriculture, and many related ...