Upaya peningkatan produksi padi sering kali terhambat oleh serangan hama tikus sawah (Rattus argentiventer) yang menyebabkan kerusakan signifikan di setiap musim tanam. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pemanfaatan burung hantu (Tyto alba) melalui penyediaan Rumah Burung Hantu (Rubuha) dalam menekan populasi tikus sawah secara berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah studi literatur (literature review) dengan menganalisis data sekunder dari jurnal ilmiah, buku, dan laporan penelitian terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa Tyto alba merupakan predator spesialis dengan proporsi tikus dalam dietnya mencapai di atas 90%, di mana satu individu mampu memangsa 1.000 hingga 1.300 ekor tikus per tahun. Implementasi Rubuha yang terstandardisasi mampu menurunkan tingkat kerusakan tanaman dari kategori destruktif (di atas 12%) menjadi tingkat yang dapat ditoleransi (di bawah 2%). Selain itu, metode ini memberikan nilai tambah ekonomi berupa peningkatan hasil panen rata-rata sebesar 1,1 ton per hektar.
Copyrights © 2026