cover
Contact Name
Jurnal Agro UNIDA
Contact Email
gasj@unida.gontor.ac.id
Phone
+6285857786739
Journal Mail Official
gasj@unida.gontor.ac.id
Editorial Address
Jalan Raya Siman, Demangan, Siman, Ponorogo, East Java, Indonesia, 63471
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
Gontor Agrotech Science Journal
Core Subject :
Gontor AGROTECH Science Journal is a peer review journal with covers many topics such as integrated farming, soil science, agronomy, plant cultivation, agrotechnology, plant protection, Islamic view in agriculture, and many related topics.
Arjuna Subject : -
Articles 50 Documents
Integrasi Nilai-Nilai Islam dalam Pengembangan Pertanian Organik: Integration of Islamic Values in the Development of Organic Agriculture Ariyanto Lahali; Lutfy Ditya Cahyanti; Niken Trisnaningrum
Gontor Agrotech Science Journal Vol. 12 No. 01 (2026): Juni 2026
Publisher : University of Darussalam Gontor, Ponorogo, East Java Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/agrotech.v12i01.1

Abstract

Pondok pesantren memiliki peran dalam transformasi sistem pertanian yang berkelanjutan. Salah satu upaya untuk menerapkan peertanian yang berkelanjutan adalah dengan Prinsip-prinsip dasar pertanian organik memiliki keselarasan yang kuat dengan nilai-nilai ajaran Islam yang diajarkan di pondok pesantren. Prinsip-prinsip dasar pertanian organik memiliki keselarasan yang kuat dengan nilai-nilai ajaran Islam. Penelitian ini bertujuan untuk jmemberikan gambaran yang utuh mengenai peran pesantren dalam pengembangan pertanian organik, baik dari perspektif nilai, kelembagaan, maupun praktik. Penelitian dilakukan dengan metode survey dan studi literature. Responden berasal dari santri Pondok Modern Darussalam. Gontor serta Mahasiswa Universsitas Darussalam Gontor. Hasil analisis menunjukkan bahwa praktik pertanian organik di pesantren berakar kuat pada pemahaman keagamaan yang holistik.  Islam menempatkan manusia sebagai khalifah fil ardh yang memiliki tanggung jawab moral dan spiritual dalam mengelola serta menjaga kelestarian bumi. Hasil survey menunjukkan bahwa pendidikan di pesantren mengajarkan responden tentang ayat dan hadits yang menganjurkan menjaga lingkungan dan alam. Pesantren berperan sebagai ruang pendidikan alternatif yang menjembatani kesenjangan antara pengetahuan ilmiah dan kearifan lokal. Praktik pertanian organik yang dikembangkan sering kali mengadopsi teknologi sederhana berbasis sumber daya lokal, sehingga lebih mudah diterapkan dan direplikasi oleh masyarakat sekitar. Dalam hal ini, pesantren berfungsi sebagai agen difusi inovasi pertanian yang kontekstual dan inklusif.
Studi In-Silico: Identifikasi Tandem Repetitive Sequence Genom Ganoderma boninense Strain G3 sebagai Data Dasar Pengembangan Sistem Berbasis Data Molekuler Pengendalian Penyakit Busuk Pangkal Batang: In-Silico Study: Identification Of Tandem Repetitive Sequence On The Genome Of Ganoderma boninense Strain G3 As Fundamental Data For The Development Of Disease Management Of Basal Stem Rot Based On Molecular Data Purnama Wirawan; Arya Widyawan
Gontor Agrotech Science Journal Vol. 12 No. 01 (2026): Juni 2026
Publisher : University of Darussalam Gontor, Ponorogo, East Java Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/agrotech.v12i01.4

Abstract

Analisis in silico telah dilakukan pada genom Ganoderma boninense strain G3 untuk mengidentifikasi tandem repetitive sequences (TRS) yang diketahui berperan penting dalam patogenisitas, plastisitas genom, dan adaptasi lingkungan. Sebanyak 5.176 TRS terdeteksi, dengan ukuran motif berkisar antara 1 hingga 285 bp serta menunjukkan variasi jumlah salinan yang cukup besar (1,8–52 salinan). Sebagian besar lokus menunjukkan konservasi sekuens internal yang tinggi, tercermin dari nilai kecocokan rata-rata sebesar 89,3% dan frekuensi indel median sebesar 0%, yang mengindikasikan bahwa lebih dari setengah lokus repeat tidak memiliki insersi maupun delesi, sehingga banyak susunan repeat yang tetap stabil secara struktural di bawah tekanan evolusi. Sebaliknya, sebagian kecil lokus memperlihatkan tingkat indel dan ekspansi repeat yang tinggi, menandakan keberadaan wilayah mirip minisatelit yang sangat bervariasi dan berpotensi dimanfaatkan sebagai penanda genotipe beresolusi tinggi. Nilai entropi yang umumnya tinggi (rata-rata 1,65) menunjukkan bahwa banyak motif TRS memiliki komposisi nukleotida yang seimbang. Secara keseluruhan, hasil ini mengungkap pola dan susunan TRS yang sangat beragam dalam G. boninense, yang bersifat konservatif maupun dinamis yang kemungkinan berkontribusi terhadap variabilitas genom. TRS yang sangat bervariasi ini merupakan kandidat untuk pengembangan penanda molekuler guna mendukung studi populasi, epidemiologi, dan ekologi pada patogen penting secara ekonomi ini.
Pengaruh Pemangkasan Rejuvenasi dan Aplikasi ZPT Majemuk terhadap Pertumbuhan Tunas dan Pembungaan Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) pada Fase Produksi Lanjut: Effect of Rejuvenation Pruning and Compound Plant Growth Regulator (PGR) Application on Shoot Growth and Flowering of Cayenne Pepper (Capsicum frutescens L.) during the Late Production Phase Afifah Farida Jufri; Nurrachman Nurrachman; Anjar Pranggawan Azhari; Amrul Jihadi; Suprayanti Martia Dewi
Gontor Agrotech Science Journal Vol. 12 No. 01 (2026): Juni 2026
Publisher : University of Darussalam Gontor, Ponorogo, East Java Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/agrotech.v12i01.5

Abstract

Peningkatan konsumsi cabai rawit di Indonesia tidak diimbangi dengan ketersediaan produksi yang stabil, sehingga memicu fluktuasi harga. Kondisi ini menjadi tantangan dalam keberlanjutan produksi sehingga diperlukan inovasi teknologi untuk menjaga ketersediaan cabai rawit sepanjang tahun.  Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemangkasan rejuvenasi yang dikombinasikan dengan pemberian ZPT majemuk terhadap pertumbuhan tunas dan pembungaan cabai rawit (Capsicum frutescens L.) pada fase produksi lanjut. Penelitian dilaksanakan di Desa Rembige, Kota Mataram pada tanaman cabai rawit varietas Ori 212 umur 35 MST. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok dua faktor, yaitu posisi pemangkasan rejuvenasi (10 cm di bawah dan diatas cabang Y) dan konsentrasi ZPT majemuk (0, 2, 4 ml/L). Setiap unit percobaan dilakukan 3 kali pengulangan dan setiap ulangan dilakukan pengamatan pada 5 tanaman contoh. Variabel yang diamati adalah waktu muncul tunas, jumlah tunas, panjang tunas, periode berbunga dan jumlah bunga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemangkasan 10 cm di atas cabang Y menghasilkan jumlah tunas lebih banyak dibandingkan pemangkasan di bawah cabang Y, namun tidak berpengaruh nyata terhadap waktu muncul tunas dan jumlah tunas pada 10 hari setelah pemangkasan (HSP). Terjadi peningkatan panjang tunas secara signifikan pada 35 HSP pada konsentrasi 2ml/L dan 4 ml/L.  Selain itu, kedua perlakuan berpengaruh nyata terhadap periode berbunga dan jumlah bunga. Pemangkasan 10 cm di atas cabang Y serta pemberian ZPT 2–4 ml/L mempercepat pembungaan dan meningkatkan jumlah bunga, sehingga berpotensi memperpanjang fase produktif tanaman. Namun, keberhasilan perlakuan ini dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, terutama tingginya curah hujan dan kelembaban yang meningkatkan risiko infeksi patogen.
Pengaruh Trichoderma dan Pupuk NPK terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit pada Pembibitan Awal: Effect of Trichoderma and NPK Fertilizer on Early-Stage Oil Palm Seedling Growth Alfian Novrizal; Okta Nindita Priambodo; Ade Wachjar; Dani Lukman Hakim
Gontor Agrotech Science Journal Vol. 12 No. 01 (2026): Juni 2026
Publisher : University of Darussalam Gontor, Ponorogo, East Java Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/agrotech.v12i01.9

Abstract

Kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) merupakan komoditas strategis yang berperan penting dalam perekonomian global, khususnya di Indonesia. Keberhasilan produksi tanaman ini sangat ditentukan oleh kualitas bibit pada fase pembibitan awal, yang berpengaruh terhadap pertumbuhan vegetatif dan potensi hasil di masa mendatang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh aplikasi Trichoderma dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit, serta mengevaluasi interaksi kedua perlakuan dalam menentukan kombinasi dosis yang optimal. Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor, yaitu Trichoderma (0, 20, dan 40 g/bibit) dan pupuk NPK (0, 0,5, dan 1 g/bibit), dengan tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman dan jumlah daun pada umur 4–10 minggu setelah tanam (MST). Data dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA) pada taraf 5%, dilanjutkan dengan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk NPK berpengaruh signifikan terhadap peningkatan tinggi tanaman (p < 0,05) dengan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,58, sedangkan Trichoderma tidak menunjukkan pengaruh signifikan secara parsial. Interaksi antara Trichoderma dan NPK memberikan pengaruh signifikan terhadap tinggi tanaman (R² = 0,62; p = 0,032), namun tidak signifikan terhadap jumlah daun. Pertumbuhan jumlah daun cenderung stabil dan tidak menunjukkan perbedaan nyata antar perlakuan. Pupuk NPK berperan dominan dalam meningkatkan pertumbuhan vegetatif bibit kelapa sawit, khususnya tinggi tanaman, sedangkan Trichoderma berfungsi sebagai faktor pendukung yang meningkatkan efisiensi pertumbuhan melalui mekanisme biologis. Dengan demikian, kombinasi pupuk anorganik dan agen hayati berpotensi dikembangkan sebagai strategi pembibitan yang lebih berkelanjutan, meskipun diperlukan optimasi dosis dan kondisi aplikasi untuk memperoleh efek sinergis yang maksimal.
Pendekatan Pendekatan Biological Control Berbasis Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) dalam Mengurangi Ketergantungan Pestisida Kimia pada Sistem Produksi Padi: A Review Article: A Biological Control Approach Based On Plant Growth-Promoting Rhizobacteria (PGPR) To Reduce Chemical Pesticide Dependence In Rice Production Systems: A Review Article Muhammad Afdhal Yusuf Wibowo; Tanjung Safitri; Rafaly Drieva Ayu; Daway Andhin Salvara; Loekas Soesanto
Gontor Agrotech Science Journal Vol. 12 No. 01 (2026): Juni 2026
Publisher : University of Darussalam Gontor, Ponorogo, East Java Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/agrotech.v12i01.10

Abstract

Padi (Oryza sativa L.) merupakan salah satu komoditas pangan utama yang berperan penting dalam ketahanan pangan. Dalam praktik budidayanya, pengendalian organisme pengganggu tanaman masih banyak dilakukan menggunakan pestisida kimia. Penggunaan pestisida kimia secara berlebihan dapat menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan, kesehatan manusia, serta menyebabkan resistensi patogen. Salah satu alternatif pengendalian yang dapat diterapkan adalah pendekatan biological control menggunakan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran PGPR dalam mengurangi ketergantungan pestisida kimia pada sistem produksi padi. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengkaji berbagai jurnal ilmiah yang relevan terkait pemanfaatan PGPR pada tanaman padi. Hasil kajian menunjukkan bahwa PGPR mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman serta menekan perkembangan patogen melalui peningkatan ketersediaan unsur hara, produksi hormon pertumbuhan, dan induksi ketahanan tanaman.
Efektivitas Pemanfaatan Burung Hantu (Tyto alba) Sebagai Predator Alami Hama Tikus Sawah (Rattus argentiventer) Dalam Mendukung Ketahanan Pangan: Effectiveness of Using Owls (Tyto alba) as Natural Predators of Field Rats (Rattus argentiventer) in Supporting Food Security Nazwa Auralia Adinda Trisyanto; Muhammad Rafif Zahid; Afiq Azzaki; Aldita Arliq Mufada; Loekas Soesanto
Gontor Agrotech Science Journal Vol. 12 No. 01 (2026): Juni 2026
Publisher : University of Darussalam Gontor, Ponorogo, East Java Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/agrotech.v12i01.11

Abstract

Upaya peningkatan produksi padi sering kali terhambat oleh serangan hama tikus sawah (Rattus argentiventer) yang menyebabkan kerusakan signifikan di setiap musim tanam. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pemanfaatan burung hantu (Tyto alba) melalui penyediaan Rumah Burung Hantu (Rubuha) dalam menekan populasi tikus sawah secara berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah studi literatur (literature review) dengan menganalisis data sekunder dari jurnal ilmiah, buku, dan laporan penelitian terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa Tyto alba merupakan predator spesialis dengan proporsi tikus dalam dietnya mencapai di atas 90%, di mana satu individu mampu memangsa 1.000 hingga 1.300 ekor tikus per tahun. Implementasi Rubuha yang terstandardisasi mampu menurunkan tingkat kerusakan tanaman dari kategori destruktif (di atas 12%) menjadi tingkat yang dapat ditoleransi (di bawah 2%). Selain itu, metode ini memberikan nilai tambah ekonomi berupa peningkatan hasil panen rata-rata sebesar 1,1 ton per hektar.
Efektivitas Parasitoid Telenomus Remus dalam Pengndalian Ulat Grayak pada Budidaya Tanaman Pangan Jagung: The Effectiveness of the Parasitoid Telenomus Remus in Controlling The Gray Caterpillar in Corn Crop Production Wilujeng Setia Adi; Ariqa Candra; Nanda Anisa Agustina; Muhammad Raikhan Akbar; Loekas Soesanto
Gontor Agrotech Science Journal Vol. 12 No. 01 (2026): Juni 2026
Publisher : University of Darussalam Gontor, Ponorogo, East Java Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/agrotech.v12i01.12

Abstract

Spodoptera frugiperda merupakan hama invasif utama pada tanaman jagung yang mampu menyebabkan kerusakan daun, titik tumbuh, hingga kehilangan hasil produksi dalam intensitas tinggi. Pengendalian hama ini di  lapangan  masih  didominasi  oleh  penggunaan  insektisida  sintetis  yang  berpotensi  menimbulkan  resistensi hama,  pencemaran  lingkungan,  serta  gangguan  terhadap  organisme  non-target.  Penelitian  ini  bertujuan  untuk menganalisis  efektivitas  parasitoid  telur Telenomus  remussebagai  agen  pengendali  hayati  terhadap S.  frugiperda pada budidaya tanaman jagung berdasarkan hasil penelitian terkini. Metode penelitian menggunakan systematic literature review terhadap 30 artikel ilmiah nasional dan internasional yang dipublikasikan pada periode 2021–2026. Hasil kajian menunjukkan bahwa T. remus memiliki kemampuan parasitisasi tinggi terhadap telur S. frugiperda, dengan  tingkat  parasitasi  mencapai  67,5%  di  Gorontalo,  70,99%  di  Bogor,  dan  71,97%  di  Daerah  Istimewa Yogyakarta.  Pada  penelitian  di  Brasil  dan  Tiongkok,  parasitoid  ini  juga  dilaporkan  mampu  menekan  populasi telur S.  frugiperda lebih  dari  70%  melalui  pelepasan  massal  di  lapangan  maupun  pengujian  laboratorium. Tingginya efektivitas T. remus dipengaruhi oleh kemampuan parasitoid dalam menemukan telur inang, memarasit telur berlapis yang tertutup sisik, serta menyerang telur pada fase awal perkembangan. Selain itu, T. remus dapat diproduksi secara massal dan dikombinasikan dengan jamur entomopatogen dalam sistem Pengendalian Hama Terpadu (PHT).  Dengan  demikian, T.  remus berpotensi  menjadi  agen  pengendali  hayati  yang  efektif,  ramah lingkungan, dan berkelanjutan dalam pengendalian S. frugiperda pada tanaman jagung.
Efektivitas Konsentrasi Nutrisi AB Mix dan Pengaturan Jumlah Buah terhadap Produksi dan Kualitas Melon (Cucumis melo L.) secara Hidroponik DFT: Effectiveness of AB Mix Nutrient Concentration and Fruit Number Regulation on Yield and Quality of Hydroponically Cultivated Melon (Cucumis melo L.) Using DFT System Dede Tiara; Ratih Rahhutami; Wika Anrya Darma; Betari Safitri; Sekar Utami Putri
Gontor Agrotech Science Journal Vol. 12 No. 01 (2026): Juni 2026
Publisher : University of Darussalam Gontor, Ponorogo, East Java Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/agrotech.v12i01.15

Abstract

Hasil  dan  kualitas  melon  yang  dibudidayakan  secara  hidroponik  dipengaruhi  oleh  pemberian  nutrisi dengan konsentrasi yang tepat. Selain itu, pengaturan jumlah buah per tanaman menjadi salah satu faktor dalam meningkatkan hasil dan kualitas melon. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan konsentrasi nutrisi AB  mix  dan  jumlah  buah  per  tanaman  terbaik  yang  dapat  meningkatkan produksi  dan  kualitas  buah  melon. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Split plot 2 faktor. Petak utama adalah konsentrasi nutrisi AB mix yang terdiri dari empat taraf (1600 ppm, 1800 ppm, 2000 ppm, dan 2200 ppm) dan anak petak adalah pengaturan jumlah buah per tanaman terdiri dari 3 taraf (1 buah pada 1 batang utama, 2 buah pada 1 batang utama, dan 2 buah pada 2 cabang utama). Data yang diperoleh akan diuji F dan dilanjutkan dengan uji DMRT taraf 5%. Hasil penelitian ini adalah pemberian nutrisi AB mix konsentrasi 1800 ppm memiliki diameter, bobot dan bobot buah per tanaman yang lebih baik daripada konsentrasi 1600 ppm. Pemberian nutrisi AB mix konsentrasi 2000 ppm memberikan nilai °brix yang lebih baik dibandingkan konsentrasi 1600 ppm dan 1800 ppm. Perlakuan satu buah per tanaman menghasilkan diameter, ketebalan daging dan bobot buah lebih baik dibandingkan dengan dua buah per tanaman. Perlakuan dua buah pada dua cabang utama menghasilkan bobot buah  per  tanaman  paling  tinggi.  Perlakuan  satu  buah  per  tanaman  memberikan  nilai  °brix  lebih  tinggi dibandingkan  dengan  dua  buah  per  tanaman.  Tidak  ada interaksi  antara konsentrasi nutrisi  AB  mix  dan pengaturan jumlah buah dan cabang.
Efektivitas Ekstrak Tembakau dalam Menekan Kerusakan Akibat Serangan Hama pada Tanaman Solanaceae dan Brassicaceae: Effectiveness of Tobacco Extract in Suppressing Pest Damage in Solanaceae and Brassicaceae Crops Dila Febria; Betari Safitri; Sekar Utami Putri; Ratih Rahhutami; Wika Anrya Darma; Suryani Suryani; Ni Luh Putri Ayu Ningsih; Feni Kurniawati
Gontor Agrotech Science Journal Vol. 12 No. 01 (2026): Juni 2026
Publisher : University of Darussalam Gontor, Ponorogo, East Java Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/agrotech.v12i01.16

Abstract

Tanaman  tomat,  cabai,  dan  kembang  kol  merupakan  komoditas hortikultura  strategis  yang rentan terhadap serangan berbagai hama utama seperti kutu kebul, thrips, Plutella xylostella dan kutu daun. Pengendalian masih bergantung pada pestisida sintetis yang dilaporkan menimbulkan berbagai dampak  negatif  seperti  resistensi  hama,  resurjensi,  pencemaran  lingkungan,  serta  residu  berbahaya sehingga   diperlukan   alternatif   pengendalian   yang   lebih   ramah   lingkungan.   Ekstrak   tembakau (Nicotiana  tabacum)  yang  mengandung  senyawa  aktif  nikotin,  alkaloid,  flavonoid,  dan  saponin berpotensi  sebagai  pestisida  nabati  karena  terbukti  efektif  menekan  populasi  dan  kerusakan  akibat serangan hama pada tanaman Solanaceae dan Brassicaceae, sehingga berpeluang mendukung sistem budidaya  hortikultura  berkelanjutan.  Penelitian  dilakukan  di  Kebun  Percobaan  dan  Praktikum Hortikultura, Politeknik Negeri Lampungpada bulan Juni hingga November 2025 dengan bahan yang digunakan  dalam  penelitian  ini  adalah  tomat  Gustavi F1,  cabai  Kopay, kembang  kol East West  Seed PM 3000 serta daun tembakau yang dikeringkan. Sebanyak 250 gram daun tembakau kering direndam dalam 5 liter air selama 24 jam. Pengaplikasian dilakukan dengan 250 ml air rendaman daun tembakau dicampurkan kedalam 5 liter air dan diaplikasikan dua kali seminggu. Pengamatan dilakukan dengan menghitung populasi hama dan intensitas kerusakan akibat serangan hama. Pengaplikasian pestisida nabati berbahan daun tembakau efektif menurunkan intensitas kerusakan pada daun tanaman cabai sebesar 35,30%, pada tanaman tomat sebesar 68,93% dan pada tanaman kembang kol sebesar 46%. Oleh sebab itu, pemanfaatan ekstrak tembakau berpotensi menjadi alternatif pengendalian hama yang lebih aman dan mendukung penerapan sistem pertanian berkelanjutan.
PENGARUH POPULASI TANAMAN DAN PUPUK CAIR TERHADAP KOMPONEN HASILKACANG HIJAU (Phaseolus radiata L.) VARIETAS LOKAL SABU: The Effect Of Plant Population And Liquid Fertilizer On The Yield Of Green Beans (Phaseolus radiata L.) Of The Local Sabu Variety Maria Klara Salli; Yosefina Lewar; Masria Masria
Gontor Agrotech Science Journal Vol. 11 No. 02 (2025): Desember 2025
Publisher : University of Darussalam Gontor, Ponorogo, East Java Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kacang hijau merupakan tanaman pangan penting sebagai penghasil protein. Salah satu sentra produksi kacang hijau di Nusa Tenggara Timur yaitu kabupaten Sabu Raijua, sebagai penghasil kacang hijau berbiji hitam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah populasi yang tepat, jenis pupuk cair yang tepat serta pengaruh interaksi keduanya terhadap komponen hasil kacang hijau varietas local Sabu. Penelitian telah dilakukan dari bulan Maret - Oktober 2020, di kebun praktek Jurusan Manajemen Pertanian Lahan Kering, Politeknik Pertanian Negeri Kupang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan perlakuan populasi Tanaman (P), terdiri dari 3 level yaitu populasi tanaman 250.000/ha (P1), populasi tanaman 200.000/ha (P2) dan populasi tanaman 166.666/ha (P3) dan Perlakuan Jenis Pupuk Cair (PC) terdiri dari 4 level yaitu Tanpa pupuk cair (PC1) (Pupuk NPK Plus), Pupuk Nasa (PC2), Pupuk Green Tonik (PC3) dan pupuk ABG (PC4). Perlakuan di tempatkan secara secara acak. Variabel pengamatan adalah jumlah polong, , bobot 1000 butir biji (gr), hasil biji/tanaman (gr) dan hasil biji/peta percobaan (gr). Analisis data menggunakan analisis Varians dan uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test. Hasil penelitian adalah varietas kacang hijau lokal Sabu yang ditanam dengan populasi 166.666 tanaman/ha dan pupuk cair Nasa, green tonik dan ABG memberikan jumlah polong tertinggi. Produksi biji pertanaman tertinggi pada populasi tanaman 1666.666 dan pupuk ABG, Nasa dan NPK serta produksi biji perpetak tertinggi pada populasi 166.666 dan 250.000 tanaman/ha. Berat 1000 biji tidak dipengaruhi oleh populasi tanaman dan pupuk cair yang digunakan