Permasalahan yang terjadi di tahap aklimatisasi terdapat pada komposisi media. Komposisi media yang tepat dapat meningkatkan pertumbuhan dan keberhasilan saat aklimatisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan media aklimatisasi yang lebih baik untuk pertumbuhan bibit talas beneng hasil dari kultur jaringan. Penelitian ini merupakan percobaan satu faktor yang disusun berdasarkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non- faktorial, dengan faktor yaitu komposisi media tanam. Media tanam yang digunakan yaitu tanah, pasir dan pupuk kandang sapi. Analisis data menggunakan Analisis Ragam (ANOVA) dan uji lanjut menggunakan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) 5%. Analisis korelasi digunakan untuk pengamatan korelasi antar variabel pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi media tanah dan pasir menunjukkan hasil yang lebih baik pada persentase bibit hidup serta rerata tinggi bibit pada saat aklimatisasi. Komposisi media tanah, pupuk kandang sapi dan pasir memberikan hasil yang lebih baik pada parameter jumlah daun serta jumlah tunas bibit. Analisis korelasi memberikan hasil berupa korelasi positif antara tinggi tanaman dengan jumlah daun dan jumlah tunas bibit. Analisis korelasi tidak nyata didapatkan dari korelasi antara jumlah daun dengan jumlah tunas talas beneng, sehingga penambahan jumlah daun pada bibit talas beneng karena pengaruh perlakuan komposisi media tidak berpengaruh pada penambahan jumlah tunas, begitu pula sebaliknya.
Copyrights © 2025