Ketidakstabilan produksi cabai rawit disebabkan oleh tingginya angka kerontokan bunga dan buah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi pupuk kalium dan silika terhadap produksi tanaman cabai rawit. Penelitian dilakukan di Desa Rembige, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram selama 6 bulan dari April-Oktober 2024. Bahan yang digunakan yaitu benih cabai rawit bersari bebas varietas Ori 212, silika cair (SiO4) 20%, dan KCl (60%K2O). Rancangan yang digunakan adalah RAK Faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama adalah dosis pupuk KCl dengan 3 taraf perlakuan yaitu dosis 150 kg ha-1 (K1), 300 kg ha-1 (K2) dan 450 kg ha-1 (K3). Faktor kedua adalah konsentrasi pupuk silika dengan 2 taraf perlakuan yaitu tanpa silika (S0) dan silika 2ml L-1 (S1). Setiap unit perobaan dilakukan 3 kali pengulangan dan setiap ulangan dilakukan pengamatan pada 5 tanaman. Pengamatan dan pengambilan data meliputi jumlah cabang produktif, jumlah bunga, persentase fruitset, jumlah buah per tanaman, dan bobot buah per tanaman. Hasil penelitian dianalisis dengan analisis ragam, dan uji lanjut BNJ 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi antara perlakuan pupuk kalium dan silika pada parameter fruitset. Tanaman dengan dosis kalium 150 kg ha-1 tanpa silika memberikan hasil fruitset paling rendah yaitu 60.74%. Kalium dan silika memberikan pengaruh yang berbeda nyata pada semua parameter pengamatan, yang mana dosis kalium 300 kg ha-1 dan silika 2 ml L-1 memberikan bobot hasil yang paling baik.
Copyrights © 2024