Produksi kayu di Indonesia terus mengalami peningkatan setiap tahunnya, sedangkan perbanyakan tanaman sengon dilakukan dengan menggunakan benih. Permasalahan perbanyakan tanaman sengon di Indonesia adalah kurangnya ketersediaan benih sengon yang berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi, lama perendaman dan interaksi antara konsentrasi dan lama perendaman Polyethylene Glycol 6000 (PEG 6000) terhadap panjang dan jumlah daun bibit sengon (Paraserianthes falcataria L.) yang terdeteriorasi. Penelitian dilaksanakan di greenhouse fakultas pertanian Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dua faktor dengan dua puluh kombinasi perlakuan dan tiga ulangan. Faktor pertama adalah konsentrasi Polyethylene Glycol 6000 (PEG 6000) yang terdiri dari 0% PEG 6000; 10% PEG 6000; 15% PEG 6000; 20% PEG 6000; dan 25% PEG 6000. Faktor kedua adalah lama perendaman yang terdiri dari 6 jam, 12 jam, 18 jam, dan 24 jam. Pengamatan meliputi tinggi dan jumlah daun bibit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian konsentrasi 15% PEG 6000 memberikan hasil yang lebih baik terhadap terhadap tinggi bibit dan jumlah daun. Lama perendaman PEG 6000 selama 12 jam memberikan hasil yang lebih baik terhadap tinggi bibit sengon dan lama perendaman 18 jam memberikan hasil yang lebih baikterhadap jumlah daun. Kombinasi antara konsentrasi dan lama perendaman PEG 6000 menunjukkan tidak adanya interaksi nyata.
Copyrights © 2024