Latar belakang: Kejadian berat badan lahir rendah di Indonesia masih tinggi. Banyak faktor yang diduga berpengaruh pada kejadian berat badan lahir rendah. Kecukupan nutrisi dengan semua faktor yang berpengaruh seperti pengetahuan ibu, status sosio-ekonomi dan keteraturan perawatan antenatal merupakan faktor-faktor yang terkait secara langsung dengan kejadian berat badan lahir rendah. Metode penelitian: Penelitian dirancang sebagai penelitian potong lintang untuk melihat hubungan antara usia menikah dan status sosio-ekonomi dengan kejadian berat badan lahir rendah di kota Tasikmalaya – Jawa Barat. Jumlah subjek penelitian adalah 200 subjek yang memenuhi kriteria. Hasil: Mayoritas usia menikah adalah 20-34 tahun (92%), dan sebagian besar subjek memiliki penghasilan di atas upah minimum regional (75%). Dari analisis bivariat didapatkan hubungan bermakna antara usia menikah dan penghasilan keluarga dengan kejadian berat badan lahir rendah ( p=0,001 dan 0,000) Kesimpulan: Terdapat hubungan bermakna antara usia menikah dan status sosio-ekonomi dengan kejadian berat badan lahir rendah.
Copyrights © 2025