Masalah kesehatan masyarakat berupa gangguan kualitas tidur semakin meningkat. Kualitas tidur dapat berdampak pada kemampuan maupun kemawasan pekerja dalam melakukan pekerjaannya. Tenaga medis merupakan salah satu jenis profesi yang memerlukan tingkat konsentrasi dan keterampilan yang tinggi. Gangguan kualitas tidur pada tenaga medis dapat meningkatkan kejadian kecelakaan medis. Burnout syndrome diduga sebagai penyebab terjadinya gangguan kualitas tidur pada tenaga medis. Kondisi burnout bukan merupakan suatu hal yang baru di lingkup tenaga medis. Burnout syndrome tersering ditemukan pada perawat, disusul pada dokter, perawat khusus, dan asisten dokter. Tinjauan pustaka ini ditulis berdasarkan studi yang dilakukan oleh peneliti dalam dan luar negeri mengenai burnout dan kualitas tidur. Tujuan penulisan literatur ini adalah untuk menganalisa hubungan antara burnout syndrome dengan kualitias tidur pada tenaga medis. Berdasarkan tinjauan literatur yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa burnout syndrome berhubungan dengan gangguan kualitas tidur, dengan semakin besar burnout maka kualitas tidur akan semakin buruk. Meskipun demikian, terdapat berbagai faktor lain yang juga mempengaruhi kualitas tidur tenaga medis, seperti jenis kelamin, lingkungan kerja, dan aktivitas kerja.
Copyrights © 2025