Ensefalopati hipoksik-iskemik (EHI) merupakan komplikasi neurologis berat yang umumnya terjadi pasca-henti jantung akibat berkurangnya aliran darah dan suplai oksigen ke otak. Patofisiologi EHI terdiri dari fase primer dan sekunder yang melibatkan depolarisasi iskemik, cedera reperfusi, disregulasi metabolik, dan fase pemulihan. Adanya cedera jaringan otak pada EHI ditandai dengan adanya disfungsi mitokondria, eksitotoksisitas, stres oksidatif, dan inflamasi yang memperberat kerusakan neuron. Elektroensefalografi (EEG) dapat digunakan untuk menilai tingkat keparahan dan prognosis EHI. Pola EEG seperti burst-suppression, irama isoelektrik, dan aktivitas epileptiform pada latar yang datar dikaitkan dengan prognosis buruk, terutama bila ditemukan setelah 24 jam pasca-return of spontaneous circulation (ROSC). Sebaliknya, pola EEG kontinu dengan amplitudo normal dalam 12–24 jam pasca-ROSC menunjukkan kemungkinan pemulihan neurologis yang lebih baik. Kesimpulan. Pemahaman terhadap karakteristik pola EEG pada EHI dapat membantu dokter dalam pengambilan keputusan klinis dan penyusunan rencana tatalaksana yang lebih tepat bagi pasien kritis dengan akut EHI.
Copyrights © 2025