Latar Belakang: Menopause merupakan fase transisi dari masa produktif ke non produktif yang ditandai dengan berhentinya menstruasi minimal 12 bulan, umumnya terjadi pada perempuan usia 50 tahun. Salah satu faktor yang memengaruhi usia menopause adalah jumlah paritas. Peningkatan paritas dapat memperlambat menopause melalui peningkatan reseptor Anti-Müllerian Hormon (AMH) yang menghambat perekrutan folikel ovarium. Studi ini bertujuan menganalisis hubungan jumlah paritas dengan usia menopause. Metode: Penelitian cross sectional dilaksanakan pada bulan September - November tahun 2024 di Puskesmas Cirimekar, Kabupaten Bogor. Penelitian ini melibatkan 174 responden perempuan usia 40-60 tahun yang sudah mengalami menopause. Pemilihan responden menggunakan teknik non-random consecutive sampling. Data jumlah paritas dan usia menopause didapatkan melalui kuesioner. Distribusi data jumlah paritas dibedakan menjadi nullipara, primipara, multipara dan grandemultipara. Untuk usia menopause dibedakan menjadi onset dini, onset normal, dan onset terlambat. Analisis statistik menggunakan chi-square dengan nilai p ≤ 0,05 memiliki hubungan yang bermakna atau signifikan. Hasil: Pada kelompok nullipara didapatkan jumlah usia menopause tidak normal lebih banyak daripada usia menopause normal yaitu 11 responden (61,1%). Sementara pada kelompok multipara didapatkan persentase usia menopause normal yang lebih tinggi yaitu 114 responden (73,1%). Hubungan antara jumlah paritas dan usia menopause didapatkan bermakna dengan nilai p = 0,003. Simpulan: Terdapat hubungan bermakna antara jumlah paritas dengan usia menopause
Copyrights © 2025