Abstrak Latar belakang: Premenstrual syndrome (PMS) merupakan kejadian umum yang dialami 47,8% wanita secara global. WHO menyebutkan negara di Asia memiliki prevalensi PMS lebih tinggi.Di Indonesia prevalensi PMS dapat mencapai 60-75% dari 85% total populasi wanita. PMS dapat dibagi berdasarkan tingkat keparahan gejalayaitu ringan dan sedang-berat. Terdapat faktor risiko yang dapat memicu peningkatan gejala PMS, yaitu konsumsi alkohol dan kebiasaan merokok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konsumsi alkohol dan rokok dengan PMS pada Wanita dewasa. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi potong lintang yang dilakukan pada bulan November 2024 di Fakultas Hukum sebuah universitas swasta di Jakarta dengan responden berjumlah 186 mahasiswi angkatan 2024. Pemilihan sampel menggunakan teknik consecutive non random sampling. Analisis data menggunakan uji chi-square dan uji Mann-Whitney dengan nilai kemaknaan p<0,05. Hasil: Hasil penelitian didapatkan 186 responden dengan usia 19-22 tahun seluruhnya mengalami PMS Tingkat keparahan PMS paling banyak terjadi pada kelompok peminum sedang (91%) dan berat (92%). Didapatkan 28,5% responden yang memiliki kebiasaan merokok. Dengan uji Chi-square dan Mann-Whitney, dinyatakanterdapat hubungan antara konsumsi alkohol dengan PMS pada dewasa (p=0,001). Selain itu, terdapat hubungan antara kebiasaan merokok dengan PMS padadewasa (p=0,001). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara konsumsi alkohol dan kebiasaan merokok dengan PMS pada dewasa Kata kunci: konsumi alkohol, kebiasaan merokok, premenstrual syndrome (PMS)
Copyrights © 2025