Konsumsi kopi merupakan bagian dari gaya hidup yang umum di kalangan dewasa muda, termasuk Generasi Z. Kandungan kafein dalam kopi diketahui dapat meningkatkan produksi asam lambung dan berpotensi memicu gejala GERD. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara konsumsi kopi dan kejadian GERD pada usia 18–24 tahun di Jakarta Utara. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan podan melibatkan 177 responden yang dipilih melalui metode consecutive non-random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner konsumsi kopi dan GERD-Q, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-square dan Kolmogorov-Smirnov. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas responden adalah perempuan (70,6%) dan sebanyak 27,7% berisiko mengalami GERD. Namun, tidak ditemukan hubungan bermakna antara frekuensi konsumsi kopi, jenis kopi, volume, waktu konsumsi dengan kemungkinan mengalami GERD (p > 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa konsumsi kopi tidak memiliki hubungan signifikan dengan kejadian GERD pada dewasa muda usia 18–24 tahun.
Copyrights © 2026