Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan utama di Indonesia yang dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, seperti serangan jantung dan stroke. Meskipun obat antihipertensi konvensional efektif dalam mengontrol tekanan darah, adanya efek samping dan biaya yang tinggi mendorong pencarian alternatif pengobatan dengan mengunakan tanaman obat. Studi literatur ini bertujuan mengidentifikasi dan mengevaluasi efektivitas tanaman obat di Indonesia sebagai terapi antihipertensi. Studi literatur ini mengumpulkan berbagai hasil penelitian terdahulu yang terdapat pada database ilmiah, antara lain PubMed, Google Scholar, ScienceDirect, dan ProQuest dengan kriteria inklusi artikel yang diterbitkan dalam rentang waktu 2010-2025. Kata kunci yang digunakan dalam pencarian artikel adalah “hipertensi,” “tanaman obat,” dan “antihipertensi alami.” Hasil kajian menunjukkan bahwa beberapa tanaman seperti seledri (Apium graveolens), bawang putih (Allium sativum), pegagan (Centella asiatica), alang-alang (Imperata cylindrica), dan kumis kucing (Orthosiphon aristatus) memiliki potensi antihipertensi melalui mekanisme kerja beragam, termasuk vasodilatasi, efek diuretik, dan penghambatan enzim angiotensin-converting enzyme (ACE). Kombinasi beberapa tanaman obat dapat memberikan efek sinergis dalam menurunkan tekanan darah. Simpulan dari studi ini adalah tanaman obat yang ditemukan di Indonesia berpotensi menjadi terapi alternatif dan/atau komplementer dalam pengelolaan hipertensi. Meskipun demikian, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengkaji efektivitas klinis dan keamanan dari setiap tanaman obat tersebut untuk pengobatan hipertensi terutama pada penggunaan jangka panjang
Copyrights © 2026