Obesitas merupakan penyakit metabolik kronis multifaktorial dengan prevalensi yang meningkat pesat secara global. Terapi farmakologis menjadi alternatif penting bagi pasien yang gagal mencapai target penurunan berat badan melalui modifikasi gaya hidup. Semaglutide, agonis reseptor GLP-1, dan diethylpropion, agen simpatomimetik anorektik, bekerja melalui mekanisme berbeda dan berpotensi memberikan efek sinergis bila dikombinasikan. Deskripsi kasus: Seorang wanita 37 tahun dengan obesitas (IMT 27,48 kg/m²) menjalani terapi semaglutide 0,25 mg/minggu yang ditingkatkan menjadi 0,5 mg/minggu pada minggu ke-6, dikombinasikan dengan diethylpropion oral 1x/hari. Dalam delapan minggu, berat badan pasien menurun dari 73,9 kg menjadi 62,9 kg (−14,9%), IMT menjadi 23,4 kg/m², dan massa lemak tubuh berkurang dari 27,5 kg menjadi 20,6 kg. Tidak ditemukan efek samping bermakna.Diskusi: Penurunan berat badan yang signifikan dalam waktu singkat menunjukkan efek sinergis antara semaglutide dan diethylpropion. Semaglutide meningkatkan rasa kenyang dan memperlambat pengosongan lambung, sedangkan diethylpropion menekan nafsu makan melalui stimulasi norepinefrin di sistem saraf pusat. Kombinasi keduanya memperkuat efek anorektik dan menurunkan massa lemak tubuh tanpa menimbulkan efek kardiovaskular.. Kesimpulan: Kombinasi semaglutide dosis rendah dan diethylpropion oral memberikan hasil efektif dan ditoleransi baik pada pasien obesitas refrakter, dengan potensi menjadi alternatif terapi multimodal yang efisien dan aman., namun memerlukan penelitian lebih lanjut untuk menilai keamanan jangka panjang
Copyrights © 2026