Alopesia androgenik merupakan bentuk kerontokan rambut paling umum dijumpai dan dapat menurunkan kualitas hidup. Disebabkan karena gangguan pada hormon androgen. Terapi lini pertama seperti minoksidil dan finasterid terbukti efektif, namun membutuhkan kepatuhan jangka panjang serta berpotensi menimbulkan efek samping. Kombinasi Platelet-Rich Plasma (PRP) dan microneedling menjadi pilihan terapi lain yang menjanjikan karena mampu meningkatkan aktivitas folikel rambut melalui stimulasi faktor pertumbuhan. Seorang laki-laki 40 tahun kebangsaan Arab datang dengan keluhan kebotakan progresif pada area vertex dan frontal selama satu tahun. Pemeriksaan menunjukkan penipisan rambut terminal dan dominasi rambut miniatur, konsisten dengan alopesia androgenik stadium Hamilton–Norwood III vertex. Pasien belum pernah mendapatkan terapi sebelumnya. Terapi microneedling-PRP dilakukan sebanyak empat sesi dengan interval empat minggu. PRP diperoleh dari 10 mL darah vena, menghasilkan 5 mL plasma kaya trombosit yang diaplikasikan secara topikal setelah teknik microneedling. Setelah empat sesi, ditemukan peningkatan densitas rambut, penurunan area kebotakan, serta perbaikan ketebalan rambut terminal. Pasien melaporkan kepuasan subjektif, dan tidak dijumpai efek samping sepanjang terapi. pengobatan PRP dengan teknik microneedling menunjukkan efektivitas klinis yang baik pada kasus ini dan dapat menjadi pilihan terapi bagi pasien yang ingin menghindari penggunaan farmakoterapi jangka panjang.
Copyrights © 2026