Corporate Social Responsibility (CSR) menjadi salah satu aspek penting yang perlu dilakukan perusahaan disamping mencari keuntungan dari sektor usaha. CSR dianggap mampu untuk membangun citra sebuah perusahaan yang bertanggung jawab. CSR dilakukan perusahaan untuk memenuhi kewajibannya sebagai perusahaan yang beretika tak terkecuali dilakukan oleh perusahaan tambang. Sektor usaha pertambangan yang mengekstraksi bahan alam menjadi salah satu alasan wajib perusahaan tambang untuk melaksanakan CSR dan mengungkapkannya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan fungsi persuasif dari bahasa yang digunakan dalam pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan serta peran perusahaan tambang untuk menekan dampak negatif yang timbul dari aktivitas bisnisnya dalam rangka keikutsertaan untuk melestarikan lingkungan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Critical Discourse Analysis (CDA) model Fairclough. Analisis dilakukan terhadap Sustainibility Report perusahaan tambang yang dijadikan objek penelitian yakni PT Kaltim Prima Coal, PT ANTAM, dan PT Vale Indonesia.Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa yang digunakan dalam pelaporan CSR memenuhi fungsi persuasif dengan tujuan untuk meyakinkan pembaca laporan bahwa perusahaan telah berlaku etis sesuai dengan nilai dan norma. Perusahaan tambang juga memaparkan upaya yang mereka lakukan dalam menjaga kelestarian ekosistem untuk menunjukkan bahwa mereka bertanggung jawab atas dampak yang ditimbulkan dari kegiatan penambangan.
Copyrights © 2021