Revolusi digital yang cepat dalam pendidikan telah menempatkan Virtual Learning Environment (VLE) sebagai elemen penting dalam mengembangkan paradigma pembelajaran, yang sangat terlihat selama pandemi COVID-19. Penelitian ini menyelidiki dampak aktivitas siswa berbasis VLE dalam memprediksi keberhasilan akademik dan mengatasi bias dalam model machine learning yang digunakan untuk prediksi ini. Menggunakan Open University Learning Analytics Dataset (OULAD), penelitian ini mengintegrasikan teknik prapemrosesan data, pemilihan fitur, dan transformasi data untuk mengembangkan dataset yang komprehensif. Model Random Forest digunakan untuk memprediksi hasil kelulusan siswa, yang dikategorikan menjadi kelas "pass", "fail", dan "distinction". Kinerja model dievaluasi menggunakan metrik klasifikasi seperti akurasi, presisi, recall, dan F1-score, serta matriks kebingungan. Deteksi bias dilakukan menggunakan alat DALEX, dengan fokus pada atribut terlindungi seperti usia, jenis kelamin, dan disabilitas untuk memastikan keadilan. Hasilnya mengungkapkan akurasi model yang tinggi tetapi menyoroti adanya bias yang signifikan dalam beberapa kelompok demografis. Penelitian ini berkontribusi pada diskursus berkelanjutan tentang memastikan penerapan machine learning yang etis dan adil dalam pengaturan pendidikan dengan mengusulkan metode untuk meningkatkan kesetaraan dan transparansi model prediktif.
Copyrights © 2025