Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya yang saat ini dikelola PT. Angkasa Pura II berfungsi untuk memberikan penyediaan jasa pelayanan transportasi udara. Sehingga dituntut untuk memberikan pelayanan yang baik dan kelancaran operasi penerbangan. Pada tahun 2018, pergerakan penumpang mencapai 1.025.590 penumpang. Angka tersebut meningkat sekitar 10 persen dibanding tahun 2017 yakni 934.002 penumpang. Peningkatan jumlah pergerakan yang terjadi secara otomatis akan mempengaruhi kapasitas setiap fasilitas yang dioperasikan didalam bandar udara salah satunya apron. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah pergerakan pada kapasitas apron dan jumlah kebutuhan parking stand baik pada tahun eksisting (2019) serta peramalan dalam 5, 10 tahun mendatang. Pola rasio jam puncak pada tahun eksisting menggunakan Metode Pignataro dan digunakan untuk mengetahui jumlah pergerakan pesawat pada tahun rencana dengan mengalikan pola rasio yang didapat dengan jumlah pergerakan pesawat tahunan hasil dari peramalan. Berdasarkan analisis diperoleh hasil bahwa kapasitas apron pada tahun eksisting masih mampu melayani pergerakan pesawat yang ada. Namun pada tahun rencana 10 tahun mendatang (2031) dari 10 parking stands yang ada perlu ditambah 1 parking stands. Kondisi apron dapat menampung seluruh pesawat berjenis B737-900ER di parking stand, namun perlu dilakukan perluasan. Sisi di apron selatan diperlukan penambahan lebar sebesar 35 m, dengan dimensi 208 m x 145 m. Sedangkan, pada sisi di apron utara diperlukan lebar sebesar 51 m, dengan dimensi 351,32 m x 145 m.
Copyrights © 2022