Pertanian monokultur menyebabkan degradasi lahan dan pemadatan tanah, yang mengurangi aerasi, ketersediaan air, dan perkembangan akar tanaman. Untuk mengatasi masalah ini, PT. Great Giant Pineapple menerapkan rotasi tanaman dengan singkong dan pisang. Singkong membantu melonggarkan tanah secara mekanis, sementara tanaman pisang berkontribusi dalam menyediakan nutrisi dan menjaga kelembapan tanah. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi dampak rotasi tanaman tersebut terhadap laju infiltrasi tanah pada budidaya nanas. Menggunakan alat minidisk infiltrometer, penelitian dilakukan dengan tiga perlakuan dan tiga ulangan masing-masing. Hasil menunjukkan bahwa nanas tanpa rotasi memiliki laju infiltrasi sedang, dengan penurunan debit air setiap 30 detik berkisaran (1,4–1,7 ml), rotasi dengan singkong juga menunjukkan laju sedang, dengan penurunan debit air setiap 30 detik berkisaran (1,5–1,7 ml), sedangkan rotasi dengan pisang memiliki laju infiltrasi lebih lambat, dengan penurunan debit air setiap 30 detik berkisaran (0,92 ml). Nanas tanpa rotasi menunjukkan laju infiltrasi tanah tertinggi.
Copyrights © 2026