Afandi
Jurusan Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGARUH RESIDU BAHAN PEMBENAH TANAH DAN PEMUPUKAN NPK TERHADAP NISBAH DISPERSI TANAH PADA TANAMAN JAGUNG (ZEA MAYS) Dea Sapira; Afandi; Liska Mutiara Septiana; Hery Novpriansyah; Sri Yusnaini; Rizki Afriliyanti; Fajri Syahid Nurhakim
Journal of Soil and Environmental Management Vol. 1 No. 01 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Jurusan Ilmu Tanah Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jsem.v1i01.9

Abstract

Penurunan kualitas tanah akibat degradasi menjadi tantangan utama dalam budidaya tanaman jagung (Zea mays L.). Salah satu indikator penting dalam menilai stabilitas tanah adalah dispersi nisbah, yang mencerminkan tingkat kerentanan tanah terhadap erosi. Upaya yang digunakan untuk mengatasi nisbah dispersi tanah yaitu dengan residu bahan pembenah tanah dan pemupukan NPK. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh residu bahan pembenah tanah dan pemupukan NPK terhadap penurunan nilai nisbah dispersi tanah pada tanaman jagung. Penelitian dilaksanakan dari bulan Maret 2024 sampai Oktober 2024 di LTPD Unila dan Laboratorium Kimia Tanah FP Unila. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dua faktor, faktor pertama yaitu kombinasi pembenah tanah: B0 = Tanpa Residu Pembenah Tanah; B1 = Residu Biochar Sekam Padi + Pupuk Kandang (10 Mg ha-1); B2 = Residu Biochar Tongkol Jagung + Pupuk Kandang (10 Mg ha-1); B3 = Residu Biochar Batang Singkong + Pupuk Kandang (10 Mg ha-1); faktor kedua yaitu dosis pemupukan NPK dengan 3 perlakuan : P0 = Tanpa NPK; P1 = ½ Dosis NPK; P2 = 1 Dosis NPK, diulang sebanyak tiga sehingga diperoleh 36 satuan percobaan. Analisis data dilakukan secara kualitatif menggunakan Microsoft excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh kombinasi residu bahan pembenah tanah dan pemupukan NPK tidak berpengaruh terhadap penurunan nilai dispersi tanah pada tanaman jagung (Zea mays).
PENGARUH RESIDU BAHAN PEMBENAH TANAH DAN PEMUPUKAN N, P, K TERHADAP KEMANTAPAN AGREGAT TANAH PADA TANAMAN JAGUNG (ZEA MAYS L.) DI TANAH ULTISOL Syifa Salsabila; Afandi; Liska Mutiara Septiana; Sri Yusnaini; Rizki Afriliyanti; Fajri Syahid Nurhakim
Journal of Soil and Environmental Management Vol. 1 No. 01 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Jurusan Ilmu Tanah Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jsem.v1i01.12

Abstract

KOMBINASI APLIKASI PUPUK ROCK PHOSPHATE DAN PUPUK NPK TUNGGAL TERHADAP KEMANTAPAN AGREGAT PADA PERTANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) DI BANDAR LAMPUNG Afandi; Winih Sekaringtyas Ramadhani; Violeta Cahya Ajeng; Hery Novpriansyah
Journal of Soil and Environmental Management Vol. 1 No. 01 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Jurusan Ilmu Tanah Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jsem.v1i01.14

Abstract

a
ANALISIS LAJU INFILTRASI TANAH PADA PERTANAMAN NANAS YANG DIROTASI TANAMAN UBI KAYU DAN PISANG DI PT. GREAT GIANT PINEAPPLE TERBANGGI BESAR LAMPUNG TENGAH Muhamad Adam Galung Abdilah; Afandi; Septi Nuru Aini; Hery Novpriansyah
Journal of Soil and Environmental Management Vol. 1 No. 01 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Jurusan Ilmu Tanah Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jsem.v1i01.17

Abstract

Pertanian monokultur menyebabkan degradasi lahan dan pemadatan tanah, yang mengurangi aerasi, ketersediaan air, dan perkembangan akar tanaman. Untuk mengatasi masalah ini, PT. Great Giant Pineapple menerapkan rotasi tanaman dengan singkong dan pisang. Singkong membantu melonggarkan tanah secara mekanis, sementara tanaman pisang berkontribusi dalam menyediakan nutrisi dan menjaga kelembapan tanah. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi dampak rotasi tanaman tersebut terhadap laju infiltrasi tanah pada budidaya nanas. Menggunakan alat minidisk infiltrometer, penelitian dilakukan dengan tiga perlakuan dan tiga ulangan masing-masing. Hasil menunjukkan bahwa nanas tanpa rotasi memiliki laju infiltrasi sedang, dengan penurunan debit air setiap 30 detik berkisaran (1,4–1,7 ml), rotasi dengan singkong juga menunjukkan laju sedang, dengan penurunan debit air setiap 30 detik berkisaran (1,5–1,7 ml), sedangkan rotasi dengan pisang memiliki laju infiltrasi lebih lambat, dengan penurunan debit air setiap 30 detik berkisaran (0,92 ml). Nanas tanpa rotasi menunjukkan laju infiltrasi tanah tertinggi.