Perkembangan teknologi digital menuntut sekolah memiliki bahan ajar yang tidak hanya tersedia secara daring, tetapi juga sesuai dengan kebutuhan pembelajaran dan mampu digunakan guru secara berkelanjutan. Di SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta, guru pada kelas peminatan Bahasa Inggris masih menghadapi keterbatasan dalam mengembangkan e-module, sementara pembelajaran membutuhkan media yang lebih interaktif untuk mendukung keterampilan berbicara siswa. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengembangkan e-module berbasis Learning Management System (LMS) sekaligus meningkatkan kompetensi guru dalam merancang dan memanfaatkannya pada kelas peminatan Bahasa Inggris. Kegiatan melibatkan enam guru dan 30 siswa melalui Focus Group Discussion, workshop kurikulum, penyusunan e-module, serta pelatihan dan pendampingan penggunaan Moodle. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test keterampilan guru menggunakan rubrik skala 1–4, serta observasi dan penilaian keterampilan berbicara dan partisipasi siswa. Hasil menunjukkan peningkatan keterampilan guru dari skor rata-rata 1,1–1,4 menjadi 3,4–3,7. Pada siswa, skor keterampilan berbicara meningkat dari 55 menjadi 76, sedangkan partisipasi kelas meningkat dari 60% menjadi 87%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pengembangan e-module berbasis LMS dapat memperkuat kapasitas guru sekaligus mendukung pembelajaran Bahasa Inggris yang lebih interaktif dan partisipatif.
Copyrights © 2026