Industri otomotif Indonesia menghadapi tantangan signifikan dengan penurunan penjualan13,9% di 2024-2025 dan persaingan ketat dari merek China. Dalam konteks ini, Honda KumalaKarawang menghadapi masalah tingkat turnover karyawan berkisar 10-28,5% per tahun—jauhmelampaui standar normal 5-10%—yang berdampak pada biaya rekrutmen dan penurunanproduktivitas. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh Sistem Rencana Rekrutmen (X1) danSistem Pelatihan (X2) terhadap Kinerja Karyawan (Y) pada Honda Kumala Karawang. Metodologimenggunakan pendekatan kuantitatif verifikatif dengan sampling jenuh (200 karyawan) dan analisisSEM-PLS. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Sistem Rencana Rekrutmen berpengaruh positifsignifikan terhadap Kinerja Karyawan (β=0,1279; t=2,145; p=0,032); (2) Sistem Pelatihanberpengaruh positif sangat signifikan (β=0,6288; t=8,512; p<0,001) sebagai determinan utama; (3)Secara simultan kedua sistem berpengaruh sangat signifikan (β=0,7567; t=11,340; p<0,001) denganR²=0,509, menjelaskan 50,9% varians kinerja. Temuan mengkonfirmasi model MSDM terintegrasiyang kuat. Rekomendasi utama: prioritaskan pelatihan dengan alokasi 60% budget MSDM untukprogram relevan berbasis kebutuhan, kombinasikan dengan rekrutmen berkompeten, integrasikanteknologi digital (AI, LMS), serta evaluasi sistematis untuk mengoptimalkan kinerja karyawan danmengurangi turnover di industri otomotif yang kompetitif.
Copyrights © 2026