Salah satu teknik pengawetan pangan yang relatif baru adalah pengemasan edible coating/film. Edible coating diaplikasikan dan dibentuk secara langsung pada permukaan bahan pangan, sedangkan edible film merupakan lapisan tipis yang sebelumnya dicetak dalam bentuk lembaran tipis. Pelapisan produk pangan dengan edible coating/film dari pati tapioka telah banyak dilakukan dan penambahan bahan antibakteri alami seperti rempah-rempah terbukti dapat memperpanjang umur simpan dan memperbaiki kualitas produk. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh konsentrasi penambahan ekstrak jahe merah terhadap karakteristik fisik dan antibakteri edible coating/film pati tapioka Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Tunggal dengan faktor konsentrasi ekstrak jahe merah yaitu tanpa ekstrak jahe merah (JM0), ekstrak jahe merah 5% (JM5), ekstrak jahe merah 10% (JM10) dan ekstrak jahe merah 15% (JM15). Aktivitas antibakteri pada edible coating di uji dengan menggunakan metode sumur menggunakan media nutrient agar pada bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Edible film pati tapioka dengan ekstrak jahe merah memiliki ketebalan (0,22-0,36 mm), kadar air (2,88-4,09%), WVTR (17,56-44,89 g/m2h), ketahanan air (71,11-95,63%), kelarutan air (2,13-9,32%), dan nilai L* (21,35-23,11). Tidak terbentuknya zona hambat dari edible coating pati tapioka dengan ekstrak jahe merah terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli.
Copyrights © 2026