Ummah, Narjisul
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Karakteristik Fisikokimia Tepung Talas Belitung (Xantoshoma sagittifolium) Dipengaruhi oleh Suhu dan Lama Pengeringan Moulia, Mona Nur; Ummah, Narjisul; Kumalasari, Rafika
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 19, No 2 (2025): TEKNOTAN, Agustus 2025
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol19n2.5

Abstract

Talas belitung segar merupakan bahan pangan yang mengandung karbohidrat tinggi yang mudah sekali rusak karena kandungan airnya yang tinggi. Salah satu cara memperpanjang umur simpan talas adalah dengan mengolah talas menjadi tepung. Pengolahan talas menjadi tepung meliputi tahapan penimbangan, pengupasan, pencucian, perajangan, pengeringan dan penepungan. Proses pengeringan merupakan salah satu tahapan terpenting. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji karakteristik fisikokimia tepung talas belitung yang dihasilkan dari pengeringan irisan talas dengan variasi suhu dan lama pengeringan. Penelitian ini menggunakan Rancang Acak Lengkap (RAL) dengan faktor suhu dan lama pengeringan. Suhu yang digunakan yaitu sinar matahari, oven suhu 60 oC dan 70 oC (T0, T1 dan T2) dan lama pengeringan yaitu 10 jam dan 12 jam (A1 dan A2). Analisis tepung talas belitung terdiri dari rendemen, kadar air, warna, derajat putih, amilosa dan amilopektin. Semakin tinggi suhu dan lamanya lama pengeringan, maka nilai rendemen, kadar air, warna derajat putih dan amilosa semakin kecil. Tepung talas belitung memiliki rendemen (18,18-23,57%), kadar air (6,76-11,05%), warna (81-68-88,63), derajat putih (64,67-75,33%), amilosa (16,17-19,20%) dan amilopektin (80,80-83,83%).
Karakteristik Fisik dan Aktivitas Antibakteri Edible Coating/Film Pati Tapioka dengan Penambahan Ekstrak Jahe Merah (Zingiber officinale var. rubrum) Moulia, Mona Nur; Ummah, Narjisul; Ilhami, Ariyanta Tiyas
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 20, No 2 (2026): TEKNOTAN, Agustus 2026
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol20n2.14

Abstract

Salah satu teknik pengawetan pangan yang relatif baru adalah pengemasan edible coating/film. Edible coating diaplikasikan dan dibentuk secara langsung pada permukaan bahan pangan, sedangkan edible film merupakan lapisan tipis yang sebelumnya dicetak dalam bentuk lembaran tipis. Pelapisan produk pangan dengan edible coating/film dari pati tapioka telah banyak dilakukan dan penambahan bahan antibakteri alami seperti rempah-rempah terbukti dapat memperpanjang umur simpan dan memperbaiki kualitas produk. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh konsentrasi penambahan ekstrak jahe merah terhadap karakteristik fisik dan antibakteri edible coating/film pati tapioka Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Tunggal dengan faktor konsentrasi ekstrak jahe merah yaitu tanpa ekstrak jahe merah (JM0), ekstrak jahe merah 5% (JM5), ekstrak jahe merah 10% (JM10) dan ekstrak jahe merah 15% (JM15). Aktivitas antibakteri pada edible coating di uji dengan menggunakan metode sumur menggunakan media nutrient agar pada bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Edible film pati tapioka dengan ekstrak jahe merah memiliki ketebalan (0,22-0,36 mm), kadar air (2,88-4,09%), WVTR (17,56-44,89 g/m2h), ketahanan air (71,11-95,63%), kelarutan air (2,13-9,32%), dan nilai L* (21,35-23,11). Tidak terbentuknya zona hambat dari edible coating pati tapioka dengan ekstrak jahe merah terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli.