Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya stigma di sebagian masyarakat bahwa Kelurahan Bontang Kuala sering dijadikan tempat berkumpul dan berpacaran oleh remaja pada waktu-waktu tertentu. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat memengaruhi citra sosial masyarakat serta perkembangan moral generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran tokoh masyarakat dalam meningkatkan pemahaman Pendidikan Agama Islam, bentuk peningkatan pemahaman Pendidikan Agama Islam pada remaja setelah dilakukan pembinaan, serta faktor pendukung dan penghambat dalam penanggulangan pergaulan bebas remaja di Kelurahan Bontang Kuala. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama, orang tua, serta remaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh masyarakat berperan aktif dalam meningkatkan pemahaman Pendidikan Agama Islam melalui kegiatan keagamaan, seperti Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA), pembinaan remaja masjid, ceramah agama rutin mingguan, serta kajian Islam khusus remaja muslimah. Kegiatan tersebut mampu meningkatkan pemahaman remaja mengenai akidah, ibadah, akhlak, dan batasan pergaulan sesuai ajaran Islam yang tercermin dalam perilaku sehari-hari. Faktor pendukung penanggulangan pergaulan bebas meliputi peran aktif keluarga, pendidikan agama yang baik, pengawasan masyarakat, dan keterlibatan remaja dalam kegiatan positif. Adapun faktor penghambat meliputi pengaruh teman sebaya, penggunaan media sosial tanpa pengawasan, kurangnya perhatian orang tua, serta lingkungan yang kurang kondusif. Penelitian ini menunjukkan bahwa sinergi antara tokoh masyarakat, keluarga, dan lingkungan berperan penting dalam membentuk karakter religius remaja serta mencegah pergaulan bebas.
Copyrights © 2026