Fenomena bullying di sekolah dasar saat ini menjadi permasalahan serius yang sering kali masih dianggap keliru sebagai dinamika bermain wajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) serta bentuk perilaku bullying yang terjadi di SD Negeri 007 Bontang Selatan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui jenis penelitian lapangan (field research). Data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, dengan Guru PAI sebagai sumber data primer serta kepala sekolah dan siswa sebagai sumber data sekunder. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik yang dicetuskan oleh Miles dan Huberman dengan menggunakan tiga tahapan; reduksi data yaitu analisis data dengan cara menfokuskan pada kebutuhan penelitian; penyajian data yaitu proses penyusunan informasi yang memberi kemungkinan adanya kesimpulan dalam penelitian; serta penarikan kesimpulan dan verifikasi yang merupakan tahap akhir dari langkah analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang digunakan oleh Guru PAI SD Negeri 007 Bontang Selatan meliputi tiga pendekatan utama: strategi preventif melalui internalisasi nilai akhlak mulia dan budaya positif 5S; strategi kuratif berupa pemanggilan pelaku-korban secara bersamaan dan bimbingan konseling keagamaan; serta strategi kolaboratif dengan kepala sekolah, wali kelas, dan orang tua. Sedangkan bentuk bullying yang terjadi di SD 007 Bontang Selatan didominasi oleh kekerasan verbal, relasional/sosial dan fisik. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa peran strategis Guru PAI sebagai pembimbing moral dan figur teladan efektif dalam memperkokoh iklim sekolah yang aman, humanis, serta religius. Kolaborasi sinergis antar-elemen sekolah menjadi kunci utama dalam memutus mata rantai bullying (perundungan) pada tingkat anak usia sekolah dasar.
Copyrights © 2026