Abstract. This study was motivated by the relatively low level of community awareness regarding environmental cleanliness, highlighting the need for greater involvement of community organizations, particularly youth organizations, in promoting environmental responsibility. Karang Taruna plays a strategic role as a social organization in encouraging community participation through environmental cleanliness programs integrated with Islamic values as the manifestation of an-nadzafah. This study aimed to describe the condition of community awareness prior to the implementation of Karang Taruna programs, explain the organization's efforts in maintaining environmental cleanliness, and analyze the impact of those efforts on community awareness. A qualitative approach with a descriptive case study method was employed. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation involving Karang Taruna administrators, religious leaders, community leaders, and local residents of Kampung Cijengkol RT 14/RW 07. Data were analyzed using the Miles and Huberman interactive model, while data validity was ensured through source, technique, and time triangulation. The findings revealed that community awareness of environmental cleanliness was relatively low before the implementation of Karang Taruna programs. Various initiatives, including the Sunday Clean-Up Program, community service activities, waste bank management, and Islamic study sessions, successfully strengthened the values of responsibility, discipline, mutual cooperation, environmental care, and an-nadzafah. These programs increased community participation, reduced littering behavior, and fostered a sustainable culture of environmental cleanliness as the practical manifestation of Islamic teachings. Keywords: Karang Taruna, Environmental Cleanliness, An-Nadzafah, Community Awareness Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kesadaran sebagian masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sehingga diperlukan peran organisasi kemasyarakatan, khususnya Karang Taruna, dalam membangun kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Karang Taruna memiliki posisi strategis sebagai organisasi kepemudaan yang mampu menggerakkan masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial yang dipadukan dengan nilai-nilai Islam sebagai perwujudan an-nadzafah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi kesadaran masyarakat sebelum adanya program Karang Taruna, menjelaskan upaya Karang Taruna dalam menjaga kebersihan lingkungan, serta menganalisis dampak kegiatan tersebut terhadap kesadaran masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap pengurus Karang Taruna, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta masyarakat Kampung Cijengkol RT 14/RW 07. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum adanya program Karang Taruna, kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan masih relatif rendah. Berbagai program seperti Minggu Bersih, kerja bakti, pengelolaan bank sampah, dan pengajian berhasil menanamkan nilai tanggung jawab, disiplin, gotong royong, kepedulian lingkungan, serta an-nadzafah. Program-program tersebut meningkatkan partisipasi masyarakat, mengurangi kebiasaan membuang sampah sembarangan, serta membentuk budaya hidup bersih sebagai implementasi ajaran Islam dalam kehidupan bermasyarakat. Kata Kunci: Peran Karang Taruna, Kebersihan Lingkungan, An-Nadzafah, Kesadaran Masyarakat
Copyrights © 0000