Pemantauan beresolusi waktu tinggi diperlukan untuk menggambarkan perubahan kualitas udara di sekitar tempat penampungan sementara (TPS) sampah yang dapat dipengaruhi oleh pembakaran, bongkar-muat, lalu lintas, dan kondisi mikroklimat. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan distribusi multiparameter, membandingkan variasi antarhari dan blok waktu, mengevaluasi hubungan antarparameter, serta mengidentifikasi keterbatasan mutu data selama sepuluh hari pemantauan. Studi observasional eksploratif menggunakan sensor AQD-26010 yang terintegrasi dengan RUT200 dan TUYA Smart Cloud untuk mencatat PM1,0, PM2,5, PM10, CO, CO₂, HCHO, TVOC, suhu, kelembapan, dan cuaca setiap 15 menit pada pukul 06.00-18.00, kemudian menganalisis 490 observasi dengan statistik deskriptif, korelasi Spearman, uji Kruskal-Wallis, dan koreksi Benjamini-Hochberg. Median (IQR) PM2,5, PM1,0, dan PM10 masing-masing sebesar 52 (32,25-127), 33 (21-85), dan 59 (38-146) dalam satuan keluaran alat. Ketiga fraksi partikulat berkorelasi kuat (ρ=0,755-0,927), HCHO dan TVOC berkorelasi sedang (ρ=0,403), sedangkan suhu dan kelembapan berkorelasi negatif sangat kuat (ρ=-0,955; n=343). Perbedaan antarhari ditemukan pada ketiga fraksi partikulat, HCHO, TVOC, suhu, dan kelembapan (p terkoreksi <0,05). Temuan tersebut menunjukkan bahwa perubahan kualitas udara di lokasi pemantauan bersifat temporal dan respons antarsensor saling berkaitan, tetapi pengaruh sumber tertentu belum dapat dipastikan tanpa data aktivitas dan meteorologi yang lebih lengkap. Pemantauan berbasis IoT berpotensi mendukung deteksi episode pencemaran dan perencanaan pengelolaan lingkungan di sekitar TPS, namun interpretasi baku mutu harus ditunda sampai satuan, tanggal hari ke-8-10, dan kalibrasi alat terverifikasi.
Copyrights © 2026