Proses pengeringan kayu merupakan tahap penting dalam industri furnitur dan konstruksi karena berpengaruh terhadap kestabilan dimensi dan kualitas produk akhir. Penelitian ini bertujuan menganalisis performa oven pengering kayu berbasis sistem refrigerasi dalam menurunkan kadar air kayu mahoni pada berbagai kondisi operasi. Metode yang digunakan adalah eksperimen langsung melalui tiga pengujian dengan kondisi operasi yang berbeda, yaitu pengujian pertama menggunakan mode dry dengan vacuum blower pada putaran maksimum, pengujian kedua menggunakan mode cool pada suhu target 21 °C dengan vacuum blower sekitar 40 V, dan pengujian ketiga menggunakan kondisi yang sama dengan penambahan kipas distributor untuk meningkatkan sirkulasi udara. Setiap pengujian menggunakan sepuluh sampel kayu mahoni dan berlangsung selama 24 jam. Parameter yang diamati meliputi perubahan kadar air, massa kayu, suhu, dan kelembapan relatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada mode dry kadar air kayu menurun dari 29,2-35,8% menjadi 12,9-18,8%, sedangkan pada mode cool kadar air menurun dari 21,17-23,53% menjadi 10,83-12,03%. Pengujian dengan penambahan kipas distributor menghasilkan penurunan kadar air dari 21,35-22,75% menjadi 11,60-13,45% dengan distribusi pengeringan yang lebih seragam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mode cool menghasilkan proses pengeringan yang lebih stabil dibandingkan mode dry, sedangkan penambahan kipas distributor meningkatkan pemerataan sirkulasi udara di dalam ruang oven. Sistem pengering berbasis refrigerasi berpotensi menjadi alternatif pengeringan kayu dengan pengendalian suhu dan kelembapan yang lebih baik.
Copyrights © 2026