Industri pupuk memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional sehingga kelancaran proses produksi harus dijaga melalui keandalan mesin dan peralatan produksi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah penerapan preventive maintenance untuk meminimalkan terjadinya kerusakan dan downtime. Namun, tingginya downtime pada Mesin Bagging Line C2805-LB di Bagging System PT Pupuk Kujang menunjukkan bahwa program pemeliharaan yang diterapkan masih perlu dievaluasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Reliability Centered Maintenance (RCM) pada Mesin Bagging Line C2805-LB serta menyusun usulan strategi pemeliharaan yang tepat. Metode yang digunakan meliputi identifikasi fungsi sistem, functional Failure, Failure Mode and Effects Analysis (FMEA), Logic Tree Analysis (LTA), dan task selection Ā berdasarkan data kerusakan serta downtime periode FebruariāAgustus 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mesin Bagging Line C2805-LB memiliki downtime tertinggi sebesar 805 menit (13,42 jam) dengan sub sistem kritis yaitu Bucket Scale, Bagging Line, serta Clamp Bag & Bag Holder. Hasil FMEA menunjukkan bahwa mode kegagalan sistem timbangan tidak akurat memiliki nilai Risk Priority Number (RPN) tertinggi, sedangkan hasil LTA mengelompokkannya ke dalam Kategori B (Outage Problem), sehingga menjadi prioritas dalam penentuan tindakan pemeliharaan. Berdasarkan hasil analisis RCM, rekomendasi pemeliharaan yang diusulkan meliputi Time Directed (TD) dan Condition Directed (CD). Penerapan rekomendasi tersebut diharapkan dapat mengurangi downtime serta meningkatkan efektivitas program preventive maintenance pada Mesin Bagging Line C2805-LB.
Copyrights © 2026