Penelitian ini bertujuan untuk mengintegrasikan data Next Generation Sequencing (NGS) dengan sintesis literatur ilmiah guna memetakan spesies bakteri asam laktat (BAL) serta mengidentifikasi potensi senyawa bioaktif yang terkandung dalam dadiah, produk fermentasi susu kerbau tradisional Sumatera Barat. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif-analitis berbasis sintesis data sekunder, dengan mengompilasi data biodiversitas genus bakteri hasil analisis NGS yang telah dipublikasikan sebelumnya dan mengkaji literatur ilmiah nasional maupun internasional periode 2010–2025 dari basis data Scopus, PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar. Analisis dilakukan secara kualitatif untuk menghubungkan komposisi komunitas mikroba dengan potensi metabolit fungsional yang dilaporkan pada tingkat spesies. Hasil integrasi menunjukkan bahwa dadiah didominasi oleh genus Lactococcus, Lactiplantibacillus, Leuconostoc, dan Pediococcus, dengan identifikasi spesies potensial seperti Lactiplantibacillus pentosus, L. plantarum, Lacticaseibacillus paracasei, Lactobacillus brevis, Leuconostoc mesenteroides, dan Pediococcus acidilactici. Spesies-spesies tersebut diketahui menghasilkan beragam metabolit bioaktif, antara lain bakteriosin (plantarisin, pediocin, nisin, dan peptida antimikroba lainnya), asam organik, eksopolisakarida (EPS), γ-aminobutirat (GABA), serta metabolit postbiotik lain yang memiliki aktivitas antimikroba, antibiofilm, antioksidan, dan potensi probiotik. Temuan ini menunjukkan bahwa aktivitas biologis BAL dalam dadiah bersifat multifaktorial dan tidak hanya bergantung pada produksi asam organik, tetapi juga pada sinergi berbagai molekul bioaktif. Secara keseluruhan, integrasi data NGS dan literatur fungsional memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai potensi dadiah sebagai reservoir mikroba indigenous yang prospektif untuk dikembangkan sebagai kultur starter lokal, agen biopreservatif alami, dan kandidat probiotik, serta mendukung pengembangan dadiah sebagai pangan fungsional berbasis fermentasi tradisional dengan peluang hilirisasi dan komersialisasi yang lebih luas.
Copyrights © 2026