Kecemasan praoperasi mulai dirasakan pasien sejak mengetahui bahwa dirinya harus menjalani pembedahan dan cenderung meningkat hingga mencapai puncaknya saat memasuki ruang operasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kecemasan pasien preoperasi dengan anestesi umum sebelum dan sesudah penerapan teknik relaksasi napas dalam. Penelitian menggunakan desain kuantitatif quasi-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest, melibatkan 18 pasien preoperasi dengan anestesi umum yang dipilih melalui purposive sampling di sebuah rumah sakit daerah Kabupaten Lebak, Banten. Kuesioner Amsterdam Preoperative Anxiety and Information Scale (APAIS) sebagai instrument kecemasan. Sebagian besar responden berusia 36-45 tahun (33,3%), berjenis kelamin perempuan (55,6%), berpendidikan dasar (83,3%), dan tidak bekerja/sebagai ibu rumah tangga (44,4%). Nilai rata-rata kecemasan menurun dari 24,11 (SD 1,08) sebelum intervensi menjadi 18,22 (SD 1,44) sesudah intervensi. Hasil uji t berpasangan menunjukkan penurunan tersebut bermakna secara statistik (p = 0,0001). Temuan ini menunjukkan bahwa teknik relaksasi napas dalam efektif menurunkan kecemasan pasien preoperasi dengan anestesi umum dan dapat dijadikan intervensi keperawatan nonfarmakologis yang praktis dan berbiaya rendah dalam manajemen kecemasan perioperatif
Copyrights © 2026